SLEMAN - Lebaran menjadi momentum paling ditunggu umat muslim. Perayaan Hari Raya Idul Fitri identik dengan mudik dan ajang silaturahmi. Berbelanja kebutuhan Lebaran juga menjadi tradisi tahunan masyarakat.
Hal itu bukan lagi sebagai fenomena, tapi rutinitas. Maka sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban. Agar setiap insan yang merayakan Lebaran senantiasa merasa aman dan nyaman.
Di pusat-pusat perbelanjaan, misalnya. Sudah bisa dipastikan bakal dipadati konsumen. Untuk belanja pakaian hingga kebutuhan bahan pokok serta makanan ringan.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathurrahman SPdI mengingatkan, kerawanan sosial dan kriminalitas sangat mungkin terjadi di pusat-pusat perbelanjaan. Masyarakat diimbau mengantisipasi hal tersebut. "Selalu waspada. Jangan memakai perhiasan yang mencolok supaya tidak mengundang kriminalitas," tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera itu kemarin.
Warga yang datang dengan kendaraan pribadi jangan parkir di sembarang tempat. Tapi di kantong-kantong parkir yang telah tersedia. Selain demi keamanan kendaraan juga agar tak mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Misalnya parkir kendaraan di badan jalan yang tak sesuai peruntukannya. "Usahakan hindari parkir kendaraan di tempat yang dilarang," ingat tokoh asal Wukirsari, Cangkringan.
Tempat keramaian lain selama musim Lebaran adalah terminal bus dan objek-objek wisata. Di lokasi tersebut, warga juga harus ekstra hati-hati.
Sementara bagi pemudik yang mengendarai kendaraan pribadi juga perlu hati-hati selama di perjalanan. Jangan kebut-kebutan dan selalu patuhi rambu lalu lintas. "Kalau mengantuk ya istirahat dulu. Ingat, keluarga menunggu di rumah," ucap Yani.
Sedangkan bagi petugas dan aparat pemerintah, Yani mengimbau agar memetakan titik-titik rawan macet dan kecelakaan lalu lintas secara cermat. Tak kalah penting, menyiapkan rambu-rambu lalu lintas portabel penunjuk arah. Khususnya di jalur-jalur alternatif mudik. Supaya pemudik tidak kesasar.
Meskipun saat ini mereka bisa mengandalkan aplikasi penunjuk arah seperti Google Map dan sejenisnya. "Wilayah Kabupaten Sleman itu kan jalur perlintasan. Sehingga banyak pemudik tujuan daerah lain yang lewat. Yang mudik atau melancong juga banyak," jelasnya.
Khusus bagi Satpol PP, Yani berpesan agar menyiagakan petugas piket untuk patroli kamtibmas selama musim libur Lebaran.
Warga Sleman yang akan mudik ke kampung halaman pun tak luput dari perhatian Yani. Sebelum mudik, mereka diimbau memastikan rumah dalam keadaan aman. Terutama kompor gas dan jaringan listrik.
Selain itu, kata Yani, ada baiknya bekerja sama dengan jaga warga atau perangkat RT/RW setempat. Demi mencegah kriminalitas rumah kosong. Sebab, tindak kejahatan bukan hanya karena ada niat tapi juga karena kesempatan. "Yang terpenting adalah pamit kepada tetangga terdekat. Istilahnya titip rumah selama ditinggalkan," tutur Yani. (yog)
Editor : Herpri Kartun