SLEMAN - Jumlah sasaran makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sleman terus bertambah. Total kini sudah 251.356 penerima manfaat. Sasarannya tidak hanya terbatas pada para siswa sekolah, namun meluas hingga tenaga pendidik (tendik).
Wakil Ketua Satgas Percepatan Program MBG Sleman Agung Armawanta merinci, penerima manfaat untuk PAUD dan TK sejumlah 40.114 orang, lalu SD sebanyak 86.768, SMP 47.389 orang, SMA maupun SMK dengan 45.060 orang. Lalu ada dari SLB dan Ponpes 3.258. Termasuk ibu hamil dan menyusui sebanyak 3.490, balita 7.078 orang, dan tendik 18.199.
Menurut Agung, ada 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bumi Sembada. Namun, baru 98 yang beroperasi dan ada satu yang mengalami libur operasional lantaran adanya perpindahan yayasan. Lalu ada 15 SPPG yang belum operasional, tetapi sudah memiliki kepala SPPG.
"Jadi masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana," katanya Minggu (15/2).
Menurutnya, ada berbagai aspek yang belum dipenuhi. Mulai dari alat masak, alat makan, sumber daya manusia, hingga kendaraan distribusi. Selain itu, masih dalam proses pengambilan sampel air untuk dicek di laboratorium.
"SPPG menunggu hasilnya dan baru beroperasi ketika nanti sudah dinyatakan memenuhi syarat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Tunggul Birowo menyebut, sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS) bagi SPPG saat ini terus berproses. Ini adalah bukti legal bahwa tempat pengolahan pangan telah memenuhi standar. Baik itu kebersihan maupun sanitasi yang ditetapkan pemerintah.
"Ada 20 SPPG yang sudah memiliki SLHS. Untuk yang belum punya kami imbau agar segera mengurus," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita