YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan masih tinggi. Berdasarkan laporan periodik Badan Geologi pada Senin, 26 Januari 2026, teramati terjadi 13 kali guguran lava ke arah Barat Daya dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter (2 km).
BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk mematuhi zona radius bahaya yang telah ditentukan guna menghindari ancaman awan panas dan guguran lava.
Kondisi Visual dan Cuaca Terkini
Sepanjang pengamatan pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, puncak Gunung Merapi terkadang terlihat jelas meski sering tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih dengan tekanan lemah dan intensitas tipis, mencapai ketinggian 10 meter di atas puncak.
Kondisi cuaca di kawasan lereng dilaporkan dominan berawan hingga hujan dengan total curah hujan mencapai 69 mm per hari. Suhu udara berada pada kisaran 18,6 hingga 24,7 derajat Celsius dengan kelembaban yang cukup tinggi.
Aktivitas Kegempaan dan Suplai Magma
Data kegempaan menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih terus berlangsung. Hal ini tercermin dari tingginya jumlah gempa guguran yang mencapai 112 kali kejadian dengan durasi maksimal hingga 188 detik.
Selain itu, tercatat 82 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 1 kali gempa Tektonik Jauh. Aktivitas ini memperkuat potensi terjadinya awan panas guguran yang bisa terjadi sewaktu-waktu di dalam area potensi bahaya.
Rekomendasi Keamanan bagi Masyarakat
Pihak berwenang memberikan beberapa poin rekomendasi krusial bagi warga di sekitar lereng Merapi:
Zona Bahaya Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Zona Bahaya Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Ancaman Eksplosif: Radius 3 km dari puncak harus dikosongkan dari segala aktivitas manusia untuk mengantisipasi lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif.
Waspada Lahar Hujan: Mengingat curah hujan yang cukup tinggi, masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Baca Juga: Takjil Sehat Rendah Gula: Buka Puasa Manis Alami Tanpa Risiko Diabetes
Masyarakat juga diharapkan selalu menyiapkan perlengkapan pelindung seperti masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik. BPPTKG akan terus memantau aktivitas secara intensif dan meninjau kembali tingkat aktivitas jika terjadi perubahan signifikan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin