Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beredar Kabar Sopir Ambulans di DIY Akan Protes ke RSUD Sleman Terkait Parkir, Pihak Rumah Sakit Beri Klarifikasi, Begini Penjelasannya

Delima Purnamasari • Jumat, 23 Januari 2026 | 16:00 WIB

Jumpa pers RSUD Sleman
Jumpa pers RSUD Sleman
SLEMAN - Kabupaten Sleman sempat digegerkan dengan agenda audensi para sopir ambulans DIY di RSUD Sleman.

Dalam informasi yang beredar Kamis (22/1) malam itu menyebut, sopir akan protes dengan membawa mobil ambulans pada Jumat pagi.

Mereka mengeluhkan adanya kebijakan tarif parkir bagi ambulans, padahal para sopir ini bekerja demi kemanusiaan.

Meski demikian, pada pagi harinya menyebar informasi bahwa aksi tersebut dibatalkan. Persoalan juga sudah menemui titik terang.

Direktur RSUD Sleman Wisnu Murti Yani menjelaskan, persoalan ini sebenarnya didasarkan pada kesalahpahaman saja.

Dia menyebut sejak Senin (19/1) tengah dilakukan sistem parkir baru. Sistem digital ini menghapus sistem parkir manual. Harapannya bisa meningkatkan pendapatan dari rumah sakit.

"Persoalan timbul saat masa transisi sistem parkir ini. Apalagi sebelumnya lokasi parkir saling bercampur," terangnya dalam jumpa pers yang digelar di RSUD Sleman, Jumat (23/1).

Wisnu menegaskan sudah tersedia tempat parkir gratis bagi karyawan maupun mitra, termasuk ambulans.

Lokasinya berada di depan rumah sakit maupun di bagian utara gedung induk. Sementara untuk parkir di dua lantai di basemen merupakan lokasi bisnis sehingga parkirnya berbayar.

Persoalan terjadi ketika petugas jaga di palang pintu justru sibuk untuk mengatur posisi kendaraan.

Jadi, ambulans masuk ke tempat parkir yang berbayar. Mobil yang menekan tombol tiket ini dikenai tarif tetap sejumlah Rp3 ribu.

"Kekurangan tenaga ini segera kami perbaiki. Termasuk menambah rambu-rambu untuk alur parkir," katanya.

Wisnu menegaskan, digitalisasi ini sebenarnya juga bertujuan untuk meningkatkan layanan RSUD Sleman.

Lantaran ada tambahan asuransi jika kendaraan hilang maupun mengalami kerusakan saat parkir. Termasuk memudahkan karena biaya parkir bisa dilakukan secara tunai maupun non-tunai.

Selama awal-awal praktiknya dia mengaku memang terjadi ketidakaturan, termasuk di internal pegawai RSUD Sleman sendiri. Hal ini dia nilai lantaran kurang masifnya sosialisasi. Termasuk pada pihak eksternal.

"Tadi malam kami bersama bupati juga sudah bertemu dengan perwakilan sopir ambulans untuk memberi penjelasan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT. Bhupendra Kira Teknologi, Fahrurrozi menjelaskan, sebagai pihak ketiga yang mengurus persoalan parkir, akan membuat mekanisme baru dengan sopir ambulans yang tetap mengambil tiket parkir.

Ini sebatas sebagai upaya pendataan sekaligus bukti untuk mengklaim asuransi selama parkir.

Hanya saja saat menuju pos keluar, petugas yang terus berjaga akan membuka palang. Tanpa menarik biaya parkir.

"Untuk kendaraan yang sekadar jemput atau antar pasien tanpa parkir itu juga sudah kami gratiskan parkirnya," katanya. (del)

Editor : Bahana.
#rsud sleman #sopir ambulans #ambulans