Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa hingga pukul 00.00 menyampaikan, ada 47 pohon tumbang, 135 rumah rusak ringan, dua rumah rusak berat, empat kandang rusak, sembilan jaringan listrik rusak, dan rusaknya satu kendaraan roda empat.
"Dampak paling banyak ada di Kapanewon Pakem dengan 137 kejadian," katanya lewat keterangan tertulis, Minggu (18/1). Mayoritas kejadian berlokasi di Boyong, Purwobinangun dengan 74 kejadian.
Di antaranya atap asbes, wuwung, dan genting berterbangan. Ada juga satu kejadian kabel putus.
Salah satu kejadian berlokasi di Kemiri RT 6 RW 9 Purwobinangun. Petir menyambar jaringan listrik, lampu, dan beberapa kabel listrik hangus terbakar. Peristiwa ini menyebabkan satu orang pemilik rumah terkena efek dampak sambaran petir.
"Korban mengalami luka-luka di bagian punggung dan kaki terasa sakit bila jalan," katanya.
Sementara untuk kendaraan terdampak berada di Karangpakis, Hargobinangun. Satu pohon mahoni diameter 40 sentimeter tumbang melintang di jalan dan menimpa mobil.
Kondisinya rusak pada kaca depan hingga pecah.
Ada pula kejadian di Tanen RT 1 RW 24 Hargobinangun. Satu pohon mindi diameter 60 sentimeter menimpa rumah induk dan kamar mandi dengan kerusakan genting 2000 biji, usuk 50 reng, delapan blandar.
Lokasi kejadian paling banyak kedua adalah Kapanewon Cangkringan dengan sepuluh kejadian.
Seluruhnya adalah pohon tumbang. Ada yang menimpa rumah, menimpa kabel listrik, menutup akses jalan.
Ada juga satu kejadian di Kapanewon Turi berupa pohon tumbang menimpa jaringan listrik.
Serta dua kejadian di Kapanewon Ngaglik. Satu pohon tumbang dan satu talud bahu jalan yang longsor. "Dari seluruh kejadian ini nihil korban jiwa," tambah Haris. (del)
Editor : Bahana.