YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan periodik MAGMA-VAR pada Senin, 12 Januari 2026, tercatat adanya peningkatan kegempaan guguran dan aktivitas lava pijar yang meluncur hingga sejauh 1,7 kilometer dari puncak.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan status Gunung Merapi saat ini tetap berada pada Level III (Siaga).
Update Aktivitas Visual dan Guguran Lava
Selama periode pengamatan pukul 00:00-24:00 WIB, teramati 9 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter. Material guguran mengarah ke sektor Barat Daya dan Selatan, tepatnya ke:
* Kali Bebeng
* Kali Krasak
* Kali Boyong
* Kali Sat/Putih
Secara visual, gunung terlihat jelas meski sempat tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih terpantau membumbung setinggi 10 meter di atas puncak kawah dengan tekanan lemah.
Data Kegempaan: Suplai Magma Masih Berlangsung
Petugas penyusun laporan BPPTKG, Yulianto, mencatat aktivitas kegempaan yang didominasi oleh gempa guguran, yang menandakan pertumbuhan kubah lava atau ketidakstabilan material di puncak masih tinggi:
* Gempa Guguran: 109 kali (Amplitudo 2-29 mm).
* Gempa Hybrid/Fase Banyak: 82 kali (Indikasi suplai magma).
* Low Frekuensi: 1 kali.
* Tektonik Jauh: 1 kali.
Data ini menunjukkan bahwa suplai magma dari kedalaman masih berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG) sewaktu-waktu.
Peta Potensi Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mematuhi radius bahaya yang telah ditetapkan:
* Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km).
* Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
* Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Peringatan Penting: Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi, terutama mengingat curah hujan di area puncak tercatat sebesar 27 mm per hari.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di dalam zona bahaya tersebut dan diharapkan mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi.
Informasi Kontak dan Sumber Data
Laporan ini disusun berdasarkan data resmi PVMBG - Badan Geologi - KESDM. Untuk informasi real-time, warga dapat mengakses:
* Website: magma.esdm.go.id
* Aplikasi: MAGMA Indonesia
* Instagram/X: BPPTKG. (iwa)
#GunungMerapi #MerapiSiaga #InfoBencanaJogja #MerapiUpdate #BPPTKG #Vulkanologi
Editor : Iwa Ikhwanudin