Update Merapi 12 Januari 2026: Jarak Luncur Lava Capai 2 Kilometer, Status Masih Siaga
YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan 11 Januari 2026, tercatat terjadi 101 gempa guguran dengan luncuran lava pijar sejauh 2.000 meter ke arah Barat Daya.
Kondisi Terkini Gunung Merapi (Level III - Siaga)
Berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi saat ini berada pada Tingkat Aktivitas Level III (Siaga). Meskipun visual puncak sering tertutup kabut, instrumen pemantau merekam aktivitas kegempaan yang cukup masif.
Detail Kegempaan & Visual:
Gempa Guguran: 101 kali (Amplitudo 2-19 mm, Durasi hingga 178 detik).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 71 kali (Indikasi pertumbuhan kubah lava/suplai magma).
Guguran Lava: Teramati 9 kali ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng.
Jarak Luncur Maksimum: 2.000 meter (2 km) ke Barat Daya.
Kondisi Meteorologi di Sekitar Puncak
Cuaca di sekitar Gunung Merapi dilaporkan mendung dengan angin tenang ke arah timur. Suhu udara berada di kisaran 17.9-23.1 °C dengan kelembaban tinggi mencapai 99%. Curah hujan tercatat 4 mm per hari, yang mengharuskan warga tetap waspada terhadap potensi ancaman sekunder.
Rekomendasi Bahaya bagi Masyarakat
BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi warga di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:
1. Zona Bahaya Selatan-Barat Daya: Hindari aktivitas di alur Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
2. Zona Bahaya Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
3. Ancaman Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
4. Waspada Lahar Dingin: Masyarakat diminta waspada terhadap bahaya lahar dan Awan Panas Guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di area puncak.
5. Gangguan Abu Vulkanik: Siapkan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi gangguan abu akibat erupsi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kota Pelajar, Jogja Kini Identik dengan Gaya Hidup Slow Living
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis penyusun laporan BPPTKG, Alzwar Nurmanaji dan Tri Mujiyanta.
Status Merapi: Level III (Siaga).
Lokasi: DIY dan Jawa Tengah (Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten).
Jarak Aman: Di luar radius 3-7 km tergantung sektor sungai.
Aktivitas Terbaru: 101 gempa guguran dan 9 luncuran lava sejauh 2 km ke Barat Daya. (iwa)
Sumber Data: MAGMA-VAR (KESDM, Badan Geologi, PVMBG - BPPTKG)
Editor : Iwa Ikhwanudin