SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2968 mdpl) kembali menunjukkan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 07 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, Merapi masih berada pada Level III (Siaga) dengan dominasi guguran lava ke arah barat daya.
Kondisi Meteorologi
- Cuaca: mendung dan hujan
- Angin: tenang ke arah timur
- Suhu udara: 18,3–26,4 °C
- Kelembaban: 68–90,3 %
- Tekanan udara: 873,3–917,2 mmHg
- Curah hujan: 2 mm per hari
Aktivitas Visual
- Gunung tertutup kabut 0-II hingga kabut 0-III
- Asap kawah tidak teramati
Data Kegempaan
- Guguran: 113 kali (amplitudo 2–37 mm, durasi 38,83–200,28 detik)
- Hybrid/Fase Banyak: 77 kali (amplitudo 2–25 mm, durasi 13,55–65,7 detik)
- Vulkanik Dangkal: 1 kali (amplitudo 30 mm, durasi 35,37 detik)
- Tektonik Jauh: 1 kali (amplitudo 13 mm, durasi 142,63 detik)
Selain itu, teramati 38 kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Potensi Bahaya
BPPTKG menegaskan potensi bahaya saat ini berupa:
- Guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya:
- Sungai Boyong (maksimal 5 km)
- Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km)
- Sektor tenggara:
- Sungai Woro (maksimal 3 km)
- Sungai Gendol (maksimal 5 km)
- Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Fenomena Oversharing di Media Sosial: Antara Jujur dan Kebablasan
Rekomendasi BPPTKG
1. Masyarakat dilarang beraktivitas di daerah potensi bahaya.
2. Waspada lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan.
3. Antisipasi gangguan abu vulkanik dari erupsi Merapi.
4. Tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin