SLEMAN - Bank Sleman mencatatkan aset sejumlah Rp 1,06 triliun dan laba sejumlah Rp 22,5 miliar. Selama periode 2025 ini Bank Sleman turut memberikan kredit sejumlah Rp 771,8 miliar. Sasaran utamanya adalah para pelaku UMKM. Dengan menjadi penyedia modal sekaligus mitra pendamping, harapannya usaha usaha mikro bisa naik kelas.
Direktur Utama BPR Bank Sleman Dandung Sriyadi menjelaskan, penyaluran kredit ini tidak terlepas dari penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Sleman sejumlah Rp 10 miliar. Dana ini disebut mempercepat pelayanan kredit pada masyarakat.
Dia menilai dari tahun ke tahun memang angka kredit ini mengalami pertumbuhan. Meski demikian, pada 2026 targetnya tidak jauh berbeda karena mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional yang belum stabil.
"Kredit kami memang menyasar UMKM yang cukup banyak. Untuk itu kami juga laksanakan UMKM Award untuk mengapresiasi mitra kami," katanya ditemui di sela-sela kegiatan pengundian Tabungan Mutiara Rabu (7/1).
Dia yakin, pengembangan teknologi ini akan berpengaruh pada peningkatan jumlah nasabah yang kini telah mencapai 70.000. Tidak hanya warga Sleman, tetapi juga merambah warga luar DIJ.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, Bank Sleman memiliki peran strategis untuk mendukung ekonomi lokal. Harapannya tidak sekadar menyimpan dana masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam perkembangan daerah.
"Harapannya ke depan Bank Sleman bisa bersaing dan memberi layanan berkualitas," katanya. (del/eno)