SLEMAN - Jumlah wisatawan Kabupaten Sleman selama masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tercatat mencapai 484.062 orang. Angka ini terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut, lonjakan tertinggi terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Khususnya pada 27 Desember 2025 sejumlah 61.154 wisatawan dan 28 Desember 2025 sebanyak 49.053 wisatawan. Capaian ini jauh melampaui target awal, yakni ditarget 250.000 hingga 300.000 wisatawan.
Baca Juga: Dua Pasar di Sleman Rusak akibat Hujan, Disperindag Antisipasi Kejadian Serupa
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto menjelaskan, target yang dipasang memang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, yakni 350.000 hingga 500.000 wisatawan. Lantaran mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang menurun.
Namun, hal ini justru jadi peluang lantaran Bumi Sembada dikenal dengan pariwisatanya yang terjangkau. Khususnya di bidang wisata petualangan. Ditunjang dengan destinasi tracking Merapi dan jip lava tur.
Baca Juga: PSS Sleman Diuntungkan dengan Kiper Yang Mumpuni di Tengah Jadwal Laga-Laga Krusial ke Depan
"Karena kondisi ekonomi menurun ada kecenderungan untuk mencari wisata murah. Tapi ini bukan murahan," sebutnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Minggu (4/1).
Menurutnya, fenomena microtourism juga cukup memengaruhi. Kondisi ini menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk berwisata yang dekat saja. Dengan asumsi biaya lebih terjangkau, tidak terlalu lama, dan kebutuhan akan berwisata terpenuhi. "Fenomena ini jadi bukti nyata dari konsep value for money," katanya.
Baca Juga: Wamenag RI Meresmikan Ruang Kelas MAN 2 Kulon Progo Hasil PHTC
Di sisi lain, Bumi Sembada memiliki destinasi pariwisata yang beragam. Didukung efektivitas promosi secara langsung ke pasar-pasar wisata potensial di Pulau Jawa. Dengan melibatkan pelaku usaha pariwisata, seperti pengelola destinasi, hotel, restoran dan toko oleh-oleh.
Kus menilai, kegiatan table top atau travel dialog dan keikutsertaan dalam pameran pariwisata skala nasional juga meningkatkan kesadaran wisatawan pada destinasi pariwisata di Kabupaten Sleman.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, infrastruktur jalan turut dipastikan siap selama libur panjang ini. Dia menargetkan ke depan Sleman bisa memiliki jalan yang halus. Untuk menunjang kegiatan perekonomian bisa berjalan lancar. (del/eno)