SLEMAN – Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi pada periode pengamatan 3 Januari 2026 pukul 00:00 hingga 24:00 WIB. Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadinya 2 kali awan panas guguran (APG) serta 36 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya.
Status Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga), dengan potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, termasuk alur sungai seperti Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol.
Detail Pengamatan Visual dan Meteorologi
- Cuaca: Mendung, berawan hingga hujan dengan curah hujan mencapai 55 mm/hari. Angin tenang ke arah timur, suhu udara 17,6–25,7°C, kelembaban 76,7–98,5%, tekanan udara 872,3–917,6 mmHg.
- Visual Gunung: Tertutup kabut level 0-I hingga 0-III, gunung sesekali terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
- Guguran Lava: Teramati 36 kali ke arah barat daya (Kali Sat/Putih, Krasak, dan Bebeng) dengan jarak luncur maksimal 2 km.
Data Kegempaan
- Awan Panas Guguran: 2 kali (amplitudo 15–68 mm, durasi 84–94 detik).
- Guguran: 110 kali (amplitudo 2–34 mm, durasi 32–301 detik).
- Hybrid/Fase Banyak: 77 kali (amplitudo 2–27 mm, durasi 9–65 detik).
- Tektonik Jauh: 1 kali (amplitudo 85 mm, durasi 133 detik).
Baca Juga: PSIM Jogja Krisis Pemain, Semen Padang Juga Tak Lengkap; Laga di SSA Diprediksi Berjalan Ketat
Data ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut.
Zona Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG
Potensi bahaya utama:
- Sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong (maks 5 km), Bedog/Krasak/Bebeng (maks 7 km).
- Sektor tenggara: Sungai Woro (maks 3 km), Gendol (maks 5 km).
- Lontaran material vulkanik eksplosif: Radius 3 km dari puncak.
Rekomendasi untuk Masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, dan Sekitarnya:
1. Hindari segala aktivitas di kawasan rawan bencana (KRB).
2. Waspadai bahaya lahar hujan, terutama saat hujan intens di puncak Merapi.
3. Antisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat memengaruhi kesehatan dan pernapasan.
4. Jika ada perubahan signifikan, status akan ditinjau ulang segera.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG/BPPTKG melalui situs https://magma.esdm.go.id atau media sosial resmi.
Sumber: Badan Geologi, PVMBG, BPPTKG (Laporan Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Tri Mujiyanta). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin