Peristiwa ini terjadi di salah satu rumah makan di wilayah Condongcatur, Depok Sleman, Kamis (1/1) lalu.
Ketua Umum Forum Ojol Yogyakarta Bersatu (FOYB) Rie Ramawati menjelaskan, peristiwa bermula saat pengemudi layanan pesan antar tengah mengambil pesanannya.
Pengambilan tidak lama karena makanan sudah jadi. Namun, tukang parkir meminta uang Rp1000.
Saat ditinggal pergi oleh driver ShopeeFood, tukang parkir justru mengejar dan memukuli dengan payung. Hingga akhirnya terjadi cek-cok dan keributan.
"FOYB ikut mengawal. Tapi akhirnya tidak kami teruskan laporan kepolisiannya karena kasihan sama tukang parkirnya," terangnya dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (2/1).
Perempuan yang akrab disapa Wuri ini menyebut, tukang parkir juga sudah meminta maaf dan ke depannya untuk ojol tidak akan ditarik uang.
Menurutnya, sudah banyak tempat makan di Jogja yang menggratiskan biaya parkir untuk ojol.
Dia menilai, hal itu penting lantaran upah yang didapatkan driver sudah minim. Rata-rata sekali pengantaran makanan dapat Rp5000.
Jika dobel order upah yang didapat tergantung jarak, bisa jadi hanya tambah Rp1000. Sementara untuk tripel order dapat sekitar Rp10.000.
Jadi, apabila harus membayar biaya parkir, mereka tidak dapat apa-apa. Jika meminta tambahan biaya pada pelanggan belum tentu memahami. Bahkan, driver bisa dilaporkan karena meminta uang lebih.
"Karena itu, kami masih berjuang untuk terwujudnya regulasi pengantaran makanan dan barang," katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan, Polsek Depok Timur telah melakukan pengecekan dan pendalaman terkait kejadian ini.
Mulai dari mendatangi lokasi dan melakukan konfirmasi pada sejumlah saksi, seperti pihak rumah makan dan warga sekitar.
Petugas juga melakukan pengecekan rekaman CCTV. Diketahui peristiwa bermula dari kesalahpahaman kemudian berujung pada adu mulut dan keributan.
"Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian secara lengkap dan objektif," katanya.
Salamun menyebut, driver maupun juru parkir masih dalam penyelidikan. Dia turut mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi atas kejadian yang berkembang di media sosial. (del)
Editor : Bahana.