YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Rabu, 31 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB. Dalam laporan tersebut, Gunung Merapi teramati meluncurkan guguran lava sebanyak 16 kali ke arah Kali Krasak dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimal mencapai 2.000 meter.
Secara visual, gunung setinggi 2.968 mdpl ini terlihat jelas meski sempat tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, dengan ketinggian berkisar 25-50 meter di atas puncak kawah.
Data Kegempaan dan Aktivitas Magma
Berdasarkan data kegempaan, aktivitas Merapi masih tergolong tinggi dengan rincian sebagai berikut:
Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 143 kali dengan durasi hingga 173 detik.
Gempa Hybrid/Fase Banyak: Teramati 71 kali, yang mengindikasikan adanya suplai magma yang masih berlangsung.
Gempa Tektonik Jauh: Terjadi sebanyak 1 kali.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada Level III (Siaga). Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma yang terus berlangsung berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Rekomendasi dan Potensi Bahaya
BPPTKG mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya guguran lava dan awan panas pada beberapa sektor:
Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya tersebut. Selain itu, warga diharapkan mewaspadai bahaya lahar dingin dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Gunung Merapi. Gangguan abu vulkanik juga perlu diantisipasi oleh masyarakat terdampak.
Laporan ini disusun oleh petugas pengamat Gunung Merapi, Yulianto, berdasarkan data dari PVMBG, Badan Geologi, KESDM. BPPTKG akan terus meninjau kembali tingkat aktivitas jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan di masa mendatang. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin