SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dalam laporan pengamatan terbaru periode Senin (29/12), gunung api aktif tersebut tercatat meluncurkan guguran lava pijar sebanyak empat kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.600 meter.
Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran lava tersebut mengarah ke sektor Barat Daya, tepatnya ke hulu Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih. Meski secara visual puncak gunung sering tertutup kabut, namun aktivitas kegempaan di perut Merapi masih tergolong tinggi.
"Teramati 4 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter ke arah barat daya," tulis Erwin Widyon, penyusun laporan aktivitas gunung api periodik BPPTKG.
Kegempaan Masih Intens
Data kegempaan menunjukkan dinamika internal yang cukup kuat. Tercatat terjadi 98 kali gempa guguran dengan durasi antara 53 hingga 203 detik.
Selain itu, muncul 66 kali gempa Hybrid/Fase Banyak yang menandakan suplai magma dari kedalaman masih berlangsung dan terus menekan ke permukaan.
Secara meteorologi, kawasan puncak didominasi cuaca berawan dan mendung dengan suhu udara berkisar antara 17,6 hingga 25,3 derajat Celcius.
Meskipun asap kawah tidak teramati secara visual karena faktor kabut, status Merapi tetap dipatok pada Level III (Siaga).
Waspada Lahar Hujan
BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin, terutama saat hujan mengguyur area puncak.
Ancaman awan panas guguran (APG) juga masih membayangi sektor Selatan-Barat Daya (Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng) hingga sejauh 7 kilometer.
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai gangguan abu vulkanik," imbau BPPTKG dalam pernyataan resminya.
Hingga saat ini, radius aman yang ditetapkan adalah di luar 3 kilometer dari puncak untuk menghindari lontaran material jika terjadi letusan eksplosif.
Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, mengingat suplai magma yang masih berlangsung sewaktu-waktu dapat memicu awan panas guguran di dalam area zona bahaya.
Data Teknis Merapi (29 Desember 2025):
Guguran: 98 kali
Gempa Fase Banyak: 66 kali
Jarak Luncur Lava: Maksimal 1,6 KM (Barat Daya)
Status: Level III (Siaga) (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin