Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Titik Kepadatan Justru di Jalan Solo, Padahal Ada 47.000 Kendaraan Masuk lewat Simpang Tempel

Delima Purnamasari • Selasa, 30 Desember 2025 | 04:15 WIB
JALUR UTAMA: Kondisi kepadatan lalu lintas di Jalan Magelang, Sleman. Tercatat lebih dari 47 ribu kendaraan masuk lewat simpang Tempel.
JALUR UTAMA: Kondisi kepadatan lalu lintas di Jalan Magelang, Sleman. Tercatat lebih dari 47 ribu kendaraan masuk lewat simpang Tempel.

SLEMAN - Arus kendaraan yang masuk di Kabupaten Sleman meningkat signifikan selama libur panjang jelang akhir tahun. Tercatat Simpang Tempel jadi jalur masuk favorit. Pada Minggu (28/12) lalu ada 47.570 kendaraan yang masuk dan 48.947 kendaraan keluar.

Angka tersebut meningkat dibanding sehari sebelumnya. Sejumlah 31.982 kendaraan masuk dan 22.108 kendaraan keluar. Mayoritas jenis kendaraannya adalah sepeda motor.

Baca Juga: Disbud Bantul Tetapkan 22 Cagar Budaya Tahun Ini, Kini Miliki 235 Objek Cagar Budaya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi menjelaskan, jumlah kendaraan di Simpang Tempel memang besar. Namun, titik kepadatan justru terpantau lebih tinggi di Jalan Solo. Khususnya pada Sabtu dan Minggu lalu karena Simpang Prambanan yang sangat padat pada siang dan sore hari.

Meski demikian, jika meninjau data pada 28 Desember tercatat jumlah pergerakan kendaraan di Simpang Prambanan tetap lebih rendah dibanding Simpang Tempel. Ada 24.363 kendaraan yang masuk dan 44.140 kendaraan yang keluar. Sementara pada sehari sebelumnya, yakni 27 Desember, kendaraan masuk sejumlah 26.706 dan kendaraan keluar 43.394.

Baca Juga: Lima Titik Rawan Laka Lantas Sepanjang 2025 di Kulon Progo Didominasi Jalan Nasional, Polres Kulon Progo Jelaskan Penyebabnya

"Data jumlah kendaraan Simpang Tempel memang lebih banyak, tapi kemacetan dua hari kemarin lebih sering terjadi di Simpang Prambanan," sebutnya dikonfirmasi melalui pesan singkat Senin (29/12).

Menurutnya, lebar jalan sebenarnya sama antara dua ruas tersebut. Hanya saja di ruas Jalan Solo lebih banyak lalu lintas dan persimpangan dibanding Jalan Magelang.

Untuk mengurai kepadatan, sempat dilakukan pengaturan lalu lintas secara manual di Simpang Prambanan ini. Sementara untuk kepadatan yang terjadi sampai titik Simpang Janti dilakukan pengalihan arus ke arah Bantul.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Panti Jompo di Manado Tewaskan 16 Lansia

"Diatur manual, polisi mengatur langsung melihat tingkat kepadatan. Jadi sudah tidak melihat lampu merah," tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo menjelaskan, Simpang Tempel memang jadi salah satu titik rawan kemacetan. Utamanya bagi arus kendaraan dari Magelang menuju Jogja atau sebaliknya. Sehingga, telah dibuat Pos Terpadu Tempel. Begitu juga dengan Simpang Prambanan sehingga dibuat Pos Pengamanan Prambanan. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#arus kendaraan #kendaraan #akhir tahun #kemacetan #Libur Panjang #Kabupaten Sleman #tempel