SLEMAN - Warga mengeluhkan fasilitas lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan ruas Jalan Tajem menuju Kadisoka yang sering mati saat malam hari. Kondisi jalan yang gelap gulita di area tikungan tajam kerap membuat kawasan ini rawan kecelakaan.
Warga sekitar Nasir Kamal mengaku, sering memberikan pertolongan kepada pengendara yang mengalami kecelakaan. Mayoritas korban adalah mereka yang tidak hafal medan, sehingga melaju lurus di area tikungan.
"Banyak yang kebablasan. Tidak cuma motor, ada mobil juga yang kebablasan. Makanya sekarang dipasangi patok-patok supaya tidak langsung masuk ke area pinggir jalan," bebernya Jumat (26/12).
Dia menyebut, siklus nyala LPJU di lokasi tersebut tidak beraturan. Saat waktu produktif, lampu justru padam dan baru menyala ketika aktivitas warga mulai sepi. "Baru hidup jam sepuluh malam. Padahal kalau sudah gelap itu bahaya sekali. Sudah hampir tiga bulan ini matinya," ujarnya.
Baca Juga: Innalillahi...Pendaki Perempuan Meninggal Dunia akibat Tersambar Petir di Gunung Merbabu
Warga lainnya di RT 04 Padukuhan Tajem Isti Yunaria menyebut, banyak pengendara yang melewati Jalan Tajem-Kadisoka terlibat kecelakaan. Terlebih bagi yang baru pertama kali melintas. "Kalau dulu sebelum dipagari, banyak yang blandang (terperosok) sampai ke sawah dan kali (sungai)," tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Heri Kuntadi mengaku, telah mengetahu kondisi tersebut melalui beberapa keluhan warga. "Setelah kami cross check ke lapangan, tadi kami langsung membehani lampu tersebut," ujarnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita