Antisipasi khusus pada lokasi ini diperlukan lantaran jumlah jemaat yang lebih dari seribu orang.
Sterilisasi dilakukan oleh dua tim yang dibagi menjadi Sleman Barat dan Timur. Masing-masing delapan lokasi. Salah satu gereja yang jadi sasaran adalah Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Banteng, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.
Kepala Sub Detasemen Penjinak Bom (Kasubden Jibom) Polda DIJ AKP Hendro Purnomo menjelaskan, ada berbagai indikator dalam sterilisasi ini.
Mulai dari deteksi kimia, deteksi radioaktif dengan red eye untuk mengetahui kondisi udara, metal detektor, hingga handheld mirror. Pengecekan dilakukan pada altar, ornamen gereja, kamar mandi, hingga lingkungan sekitar.
"Aman alhamdulillah. Selama kami lakukan sterilisasi tidak ditemukan benda yang mencurigakan. Kadar udara bagus," terangnya ditemui di sela-sela sterilisasi.
Saat misa juga akan dilakukan penempatan personel penjinak bom. Baik di Gereja Kudus Banteng ini, Gereja Kota Baru, hingga Gereja Ganjuran. Apabila nanti ada permintaan khusus, dimungkinkan juga dapat bertambah.
Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo menegaskan, sterilisasi ini penting sebagai antisipasi teror.
Kerawanan kemacetan turut jadi perhatiannya sehingga akan disiagakan personel untuk tiap-tiap gereja. Sekaligus memetakan kantong parkir.
"Kami sudah datakan gereja dan kapel untuk kemudian dilakukan pengamanan. Selain itu, ada personel yang akan patroli," katanya.
Edy menjelaskan, sehari sebelum operasi lilin progo dimulai, anggotanya telah diwajibkan untuk mengunjungi seluruh gereja dan kapel yang melaksanakan ibadah.
Untuk nantinya bisa berkomunikasi dengan masyarakat, penyelenggaraan ibadah, dan melakukan mendataan jadwal.
Wakil Ketua II Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Banteng, Wahyo Setiono menjelaskan, misa akan dimulai besok malam pukul 17.30 dengan perkiraan jumlah jamaah mencapai 3000 orang. Lalu ada pukul 21.00 dengan estimasi 2500.
Selain itu, untuk Kamis (25/12) dilakukan dua kali misa. Masing-masing pukul 06.00 untuk umum dan pukul 09.00 untuk anak-anak.
Kemeriahan natal akan berlanjut hingga Minggu (28/12) karena ada pelantikan DPP periode 2026-2028. Nantinya akan ada pesta umat dengan makan pagi bersama. Lalu ada rayahan empat gunungan sayuran.
"Tema natal sama yakni Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Tentu ada keprihatinan juga bencana yang menimpa saudara-saudara di Sumatra," katanya. (del)
Editor : Bahana.