SLEMAN - Pergantian tahun di destinasi wisata Candi Prambanan dipastikan nihil pesta kembang api. Langkah ini diambil oleh InJourney Destination Management (IDM) sebagai wujud empati terhadap bencana banjir bandang di Sumatra.
Direktur Komersial IDM Gistang Richard Panutur mengatakan, meski pesta kembang api ditiadakan, event lain tetap digelar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Seperi adanya konser Swara Prambanan dan Pasar Medang.
Selain itu, kunjungan dipastikan naik karena akses pintu keluar Tol Prambanan kembali dibuka. Sehingga memungkinkan wisatawan dari berbagai daerah lebih mudah menjangkau Candi Prambanan.
“Akses tol memudahkan orang tanpa harus menginap. Mereka yang dari Solo atau Semarang bisa langsung ke sini dan pulang di hari yang sama,” ujar Richard saat ditemui Senin (22/12).
Richard menyatakan, tren positif kunjungan juga sudah mulai nampak sejak pekan kedua bulan Desember. Sebab pada hari kerja saja jumlah wisatawan yang datang sudah menyentuh 15 ribu pengunjung per hari. Naik 10-11 persen dibandingkan hari biasa.
Dia pun optimistis, jumlah kunjungan tersebut akan terus naik hingga mencapai angka 20 ribu pengunjung. Terlebih ketika mendekati hari libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Kami targetkan total kunjungan di periode nataru ini bisa menyentuh 150 ribu sampai 170 ribu pengunjung,” beber Richard.
Sementara itu, salah satu wisatawan asal Jakarta Putra Hadianto mengaku, memilih Candi Prambanan sebagai tujuan wisata karena merupakan destinasi ikonik. Dia merasa belum lengkap ke Jogja, jika belum berkunjung ke candi yang letaknya di perbatasan DIY dan Klaten tersebut.
Putra menyebut, Candi Prambanan cocok sebagai destinasi wisata bagi anak-anak di liburan sekolah. Sebab selain menikmati pemandangan yang indah, dirinya juga dapat memberi edukasi kepada anaknya tentang warisan budaya. “Saya ke sini juga sekalian pulang ke rumah orang tua di Sleman,” jelasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita