SLEMAN - Ada lima desa wisata yang disebutkan dalam dakwaan perkara korupsi dana hibah pariwisata Sleman. Di antaranya, Desa Wisata Sendang Penjalin, Desa Wisata Mbrajan, Desa Wisata Gamplong, Desa Wisata Grogol, serta Desa Wisata Cibuk Kidul.
Di lima lokasi tersebut, terdakwa Sri Purnomo meminta Sekretaris DPD PAN Kabupaten Sleman tahun 2020 Arif Kurniawan untuk menyampaikan permintaan agar masyarakat memberikan timbal balik. Dalam hal ini memilih pasangan calon Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa dalam Pilkada 2020.
Baca Juga: Ketua DPRD DIY Beri Pesan Kepada Jukir dan Pelaku Wisata saat Libur Nataru: Cari Rezeki Yang Wajar!
Ketua Desa Wisata Grogol Ageng Wijaya menjelaskan, memang ada komunikasi dengan Arif Kurniawan. Hanya saja seluruh proses pengajuan dilakukan langsung melalui dinas pariwisata (dispar). Terlebih, Desa Wisata Grogol sudah masuk Desa Wisata Mandiri.
"Mungkin karena Sleman barat wilayahnya Pak Arif. Jadi terkomunikasi," katanya dihubungi lewat sambungan telepon Minggu (21/12).
Soal arahan untuk memilih paslon nomor tiga tersebut, dia mengaku tidak tahu pasti. Hanya saja saat hasil Pilkada, justru menunjukkan pasangan nomor urut 2 yakni Sri Muslimatun dan Amin Purnama berhasil menang tipis.
Baca Juga: Tanggul Sungai Serang Jebol, Warga Karangwuni Pasang Geobag Darurat
"Kultur tempat saya kampung NU. Bu Muslimatun didukung kiai NU waktu itu," katanya.
Ageng bercerita, Desa Wisata Grogol saat itu mendapatkan hibah sejumlah Rp 145 juta. Dana itu digunakan untuk membangun talut dan dua gazebo. Bantuan telah terserap sesuai prosedur dan terealisasi seluruhnya. Kondisinya sampai saat ini juga masih bagus. Dia bercerita, kebutuhan pembangunan lebih besar sehingga sampai dibutuhkan tambahan biaya.
Baca Juga: Prediksi Heidenheim vs Bayern Munich Bundesliga Minggu 21 Desember Kick Off 23.30 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
"Dapat bantuan jadi ikut diperiksa kejaksaan. Saya itu sampai empat kali dipanggil," katanya.
Radar Jogja telah melakukan konfirmasi pada Arif Kurniawan. Hanya saja, pria yang namanya disebut 18 kali dalam dakwaan ini tidak berkenan untuk memberikan penjelasan. (del/eno)