YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi (2968 mdpl) masih tinggi dan berada pada Level III (Siaga). Data pengamatan harian pada 16 Desember 2025 (pukul 00:00-24:00 WIB) menunjukkan peningkatan signifikan pada kegempaan dan aktivitas guguran lava.
Dominasi Gempa Guguran dan Luncuran Lava
Selama periode pengamatan 24 jam, tercatat aktivitas vulkanik yang intensif, mengindikasikan suplai magma ke permukaan masih berlangsung.
Luncuran Lava: Teramati sebanyak 17 kali guguran lava pijar. Luncuran ini mengarah ke Barat Daya (Kali Sat/Putih Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km).
Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 109 kali dengan amplitudo 2-41 mm dan durasi terlama mencapai 201.24 detik.
Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat 50 kali, menandakan pergerakan fluida (magma/gas/air) di dalam tubuh gunungapi.
Gempa Tektonik Jauh: Terjadi 3 kali.
Secara visual, asap kawah teramati bertekanan lemah, berwarna putih dengan intensitas tebal, dan mencapai ketinggian 25 meter di atas puncak kawah.
Zona Bahaya Tetap Waspada Hingga 7 Km
Masyarakat yang tinggal di lereng Merapi diminta untuk mematuhi rekomendasi BPPTKG dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona bahaya yang ditetapkan.
Potensi Bahaya Saat Ini:
Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awanpanas guguran (APG) tetap berfokus pada dua sektor:
Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal 7 km dari puncak.
Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Imbauan Keselamatan dari BPPTKG
BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai:
Bahaya Lahar: Terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak, masyarakat di sepanjang aliran sungai Merapi harus mewaspadai bahaya lahar dingin.
Gangguan Abu Vulkanik: Diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi, dengan menyiapkan masker dan pelindung mata.
Tingkat Aktivitas: Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Tingkat aktivitas akan ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan.
Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin