SLEMAN - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi pada Senin, 15 Desember 2025. Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi melalui MAGMA Indonesia, tercatat 80 kali guguran lava sepanjang periode pengamatan 00:00 hingga 24:00 WIB.
Selain guguran, seismograf juga merekam 59 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 4 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 3 kali gempa Tektonik Jauh. Secara visual, gunung tertutup kabut tebal (kabut 0-III), dan asap kawah utama tidak teramati. Cuaca di sekitar puncak mendung hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 17,3-21,6°C dan kelembaban tinggi mencapai 91,4-99%.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga). Badan Geologi menyatakan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di sektor potensi bahaya.
Rekomendasi Resmi BPPTKG dan PVMBG:
- Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km).
- Sektor tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
- Lontaran material vulkanik saat letusan eksplosif bisa mencapai radius 3 km dari puncak.
- Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.
- Waspadai bahaya lahar terutama saat hujan intens di seputar Merapi.
- Antisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat terbawa angin.
Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau ulang.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG melalui situs https://magma.esdm.go.id atau media sosial resmi mereka.
Laporan ini disusun berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) oleh pengamat Yulianto. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin