SLEMAN - Jelang natal dan tahun baru (Nataru), proyek Tol Jogja-Solo paket 2.2 ruas Trihanggo-Junction Sleman dipastikan tetap beroperasi.
Hanya saja tidak ada pengerahan alat berat termasuk di Ring Road Utara. Terhitung pada 20 Desember 2025 hingga 3 Januari.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIJ PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto menjelaskan, selama pengerjaan tersebut akan dilakukan pengawasan. Dia menyebut proyek tidak bisa ditinggalkan lantaran mengejar target uji coba fungsional tol pada Juni 2026 mendatang.
Agung juga menjelaskan, ada beberapa komitmen yang telah disepakati terkait pengerjaan tol bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
Pertama, mempercepat penyelesaian pondasi bore pile di area Ring Road Utara. Agar pagar pembatas bisa dipepetkan dan ruang jalan bisa lebih lebar.
Komitmen kedua adalah memperbanyak pemasangan rambu-rambu maupun lampu penerangan. Ketiga, melakukan penambalan jalan di area proyek. Baik itu di jalan nasional maupun jalan kabupaten. Demi keamanan dan kenyamanan pengendara.
"Hal ini karena kami pernah melewati jalan tersebut jadi membantu nambal. Saat pertemuan dengan Pemkab Sleman semua kontraktor tol diundang," terangnya dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu (14/12).
Agung juga mengimbau, apabila memungkinkan pengendara diminta bisa mencari jalur alternatif lain. Agar nantinya tidak terjadi kemacetan di area Ring Road Utara ini.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk pengerjaan jalan ring road. Apalagi volume kendaraan pasti akan tinggi," ujarnya.
Agung menambahkan, progres tol paket 2.2 saat ini telah mencapai 70 persen. Terkait pembebasan lahan dipercepat khususnya untuk beberapa bidang tanah hak milik.
Agar uang ganti rugi bisa segera dibayarkan. Meski demikian, masih terkendala satu tanah kas desa yang menjadi lokasi SDN Nglarang. Saat ini masih berproses izin dari kementerian.
Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Fauzan Ma’aruf menyebut, Bumi Sembada memang dilewati dua proyek tol, yakni Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Telah disepakati agar semua jalan yang rusak karena akses tol dilakukan perbaikan jelang Nataru ini.
"Rusak karena tol sekitar tujuh kilometer, tapi tusak ringan karena tol rutin nambali. Untuk lapis ulangnya nanti dilakukan kalau tolnya sudah selesai," katanya. (del)
Editor : Bahana.