SLEMAN - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sepanjang 13 Desember 2025.
Berdasarkan laporan harian Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tercatat 84 kali guguran dengan 11 kali di antaranya berupa lava pijar yang meluncur ke arah barat daya hingga jarak maksimal 1.900 meter.
Gunung setinggi 2.968 mdpl ini tetap berada pada status Level III (Siaga), sehingga masyarakat di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diminta terus waspada terhadap potensi bahaya.
Sepanjang hari pengamatan, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III tanpa teramati asap kawah, menandakan aktivitas permukaan relatif tenang secara visual.
Cuaca bervariasi dari cerah hingga mendung, dengan angin bertiup tenang ke arah barat dan timur, suhu udara berkisar 17,3-25,4°C, kelembaban udara 67,3-99%, serta tekanan udara 869,3-914,8 mmHg.
BPPTKG mencatat aktivitas gempa signifikan, termasuk 84 kali guguran dengan amplitudo 2-24 mm dan durasi 43,7-168,72 detik, 2 kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 2-7 mm dan durasi 20,94-21,34 detik, serta 55 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-28 mm, S-P 0,2-0,8 detik, dan durasi 7,45-60,37 detik.
Selain itu, teramati 11 kali guguran lava pijar ke arah barat daya mengarah ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter, mengindikasikan suplai magma masih aktif di dalam gunung.
Potensi bahaya utama tetap berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) di sektor selatan-barat daya yang mencakup Sungai Boyong hingga maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 km, serta sektor tenggara meliputi Sungai Woro hingga maksimal 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.
Lontaran material vulkanik juga bisa mencapai radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.
BPPTKG menekankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana, mewaspadai bahaya lahar terutama saat hujan di sekitar puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik dari potensi erupsi.
Jika ada perubahan signifikan, status akan ditinjau ulang. Status Siaga (Level III) telah berlaku sejak beberapa tahun lalu, dan masyarakat diimbau mematuhi arahan resmi untuk keselamatan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin