SLEMAN – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sepanjang Sabtu (6/12/2025). Badan Geologi melalui PVMBG melaporkan terjadinya 13 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter atau 2 km, terutama mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng.
Sepanjang periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, asap kawah teramati berwarna putih dengan ketinggian 150–400 meter di atas puncak. Cuaca di sekitar gunung cukup bervariasi, dari cerah hingga hujan dengan curah hujan mencapai 46 mm/hari.
Data Kegempaan 6 Desember 2025
- Guguran: 104 kali (amplitudo 2–24 mm)
- Hybrid/Fase Banyak: 68 kali (indikasi aktivitas magma)
- Low Frequency: 1 kali
- Tektonik Jauh: 1 kali
Tingkat Aktivitas & Zona Bahaya
Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Potensi bahaya utama berupa:
- Awan panas guguran di sektor selatan–barat daya hingga 7 km (Kali Krasak, Bebeng, Bedog, Boyong)
- Di sektor tenggara hingga 5 km (Kali Gendol) dan 3 km (Kali Woro)
- Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat mencapai radius 3 km dari puncak
PVMBG menegaskan suplai magma masih terus berlangsung dan dapat memicu awan panas guguran kapan saja di dalam wilayah potensi bahaya.
Rekomendasi Resmi PVMBG
1. Dilarang melakukan segala bentuk aktivitas di daerah potensi bahaya.
2. Waspadai bahaya lahar hujan terutama saat hujan deras di puncak dan lereng Merapi.
3. Antisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat menyebar ke pemukiman sekitar.
4. Masyarakat diminta tetap tenang namun selalu memantau informasi resmi.
Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau ulang. (iwa)
Sumber: Badan Geologi – PVMBG (magma.esdm.go.id)
#GunungMerapi #MerapiSiaga #GuguranLava #AwanPanas #VulkanologiIndonesia
Editor : Iwa Ikhwanudin