SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih terpantau tinggi. Berdasarkan laporan aktivitas dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pengamatan 2 Desember 2025, tercatat terjadi 14 kali guguran lava.
Koordinator Penyusun Laporan Aktivitas, Tri Mujiyanta, menyampaikan bahwa 14 kali guguran lava teramati mengarah ke sektor Barat Daya.
"Teramati 14 kali guguran lava ke arah Barat daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter," demikian keterangan dalam laporan yang dirilis BPPTKG pada Selasa (3/12/2025).
Secara visual, Gunung Merapi pada periode pengamatan 2 Desember 2025 terlihat jelas hingga berkabut 0-III. Asap kawah terpantau bertekanan lemah, berwarna putih dengan intensitas tebal, dan memiliki ketinggian 50 meter di atas puncak kawah.
Sementara itu, aktivitas kegempaan didominasi oleh jenis gempa guguran dan Hybrid/Fase Banyak yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung.
Kegempaan Guguran: 97 kali (Amplitudo 2-26 mm, Durasi 41.29-210.65 detik).
Kegempaan Hybrid/Fase Banyak: 68 kali (Amplitudo 2-34 mm, S-P 0.2-0.9 detik, Durasi 9.33-58.54 detik).
Kegempaan Vulkanik Dangkal: 1 kali (Amplitudo 7 mm, Durasi 40.59 detik).
Kegempaan Tektonik Jauh: 1 kali (Amplitudo 2 mm, Durasi 56.01 detik).
Mengingat tingginya aktivitas tersebut, BPPTKG melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Tingkat Aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III (Siaga).
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang berlaku:
Potensi Bahaya: Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Lontaran Material: Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Zona Larangan: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Waspada Lahar dan APG: Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan APG, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Antisipasi Abu Vulkanik: Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.
BPPTKG menegaskan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin