Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terjadi Bencana di Daerahnya Justru Kunker, DPRD Kabupaten Padang Pariaman Dapat Sentilan Tajam dari Pemkab Sleman

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 3 Desember 2025 | 03:53 WIB

 

Sejumlah anggota komisi I dan IV DPRD Kabupaten Padang Pariaman saat kunker di Pemkab Sleman, Selasa (2/12).
Sejumlah anggota komisi I dan IV DPRD Kabupaten Padang Pariaman saat kunker di Pemkab Sleman, Selasa (2/12).

SLEMAN - Di tengah masa penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa wilayahnya, sejumlah anggota Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Padang Pariaman justru kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sleman, Selasa (2/12).


Dalam kunker ini, rombongan DPRD Padang Pariaman mengaku ingin menyerap ilmu terkait penanganan Dinas Sosial, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), hingga soal pariwisata. Hal ini dinilai menjadi ironi dan pertanyaan sejumlah kalangan.


Apalagi, agenda kunker ini terdengar kontradiktif. Mengingat di wilayah Padang Pariaman sendiri saat ini sedang luluh lantak dihantam bencana banjir dan tanah longsor.


Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman Afredison menjelaskan, kunker yang dilakukan di Kabupaten Sleman ini tidak bisa dibatalkan. Sebab, menurutnya, kunjungan dinas itu sudah terjadwal.


"Kami bagi-bagi saja, karena sudah terjadwal. Tidak mungkin juga dibatalkan, karena ini sudah terjadwal dan tidak enak juga kami sudah masuk surat," atanya kepada wartawan yang menemui usai kunker kemarin.


Meski begitu, Afredison tetap menjelaskan terkait kondisi di Padang Pariaman saat ini. Ada tiga hingga empat kecamatan di wilayahnya yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang itu. Bencana itu menyebabkan jembatan putus dan ribuan warga terdampak di tiga hingga empat kecamatan.


"Sekarang sudah penanganan, dari BPBD sudah turun, pemerintah sudah turun. Pada intinya pemerintah sudah turun semuanya. Dari pusat pun sudah turun semuanya," ungkapnya.


Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sleman Agung Armawanta yang menerima rombongan kunker ini memberikan sentilan halus namun menohok kepada para anggota Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Padang Pariaman.


Walaupun Pemkab Sleman menerima kunker itu dengan tangan terbuka sebagai bentuk tata krama. Tapi Agung menegaskan jika dirinya berada di posisi tersebut, ia akan membatalkan perjalanan dinas demi rakyat. "Mari bareng-bareng memahami ayat Tuhan ini lho. Artinya, pakai hati itu kadang-kadang diingatkan," tegasnya.


Bukan tanpa alasan Agung mengatakan hal itu. Sebab, menurutnya, pentingnya integritas saat menghadapi situasi genting di daerah sendiri. "Saya pernah ditugaskan di Manado, tapi saat itu ada demo kasus (di Sleman). Dengan niat saya, saya putuskan tidak berangkat. Kalaupun harus nombok (uang tiket), cuma satulah kira-kira. Sebagai leader tidak (berangkat)," sentilnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#kunker #Tanah Longsor #DPRD Sleman #banjir bandang