YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi pada periode pengamatan 29 November 2025 masih berada pada Level III atau Siaga.
Laporan yang disusun oleh Yulianto ini mencatat adanya aktivitas signifikan berupa guguran lava.
Aktivitas Guguran dan Visual Gunung
Dalam kurun waktu 24 jam pengamatan, teramati sebanyak delapan kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak.
Guguran material panas ini tercatat memiliki jarak luncur maksimum sejauh 1.700 meter.
Secara visual, kondisi cuaca di sekitar Merapi didominasi oleh cuaca mendung dan berawan, dengan suhu udara berkisar antara 16.2 hingga 22 derajat celcius.
Meskipun demikian, asap kawah bertekanan lemah masih teramati.
Asap berwarna putih dengan intensitas tipis tersebut terlihat membumbung setinggi 20 meter di atas puncak kawah.
Dominasi Gempa Guguran Menunjukkan Suplai Magma Berlanjut
Aktivitas kegempaan menunjukkan intensitas yang tinggi, didominasi oleh jenis gempa guguran.
Tercatat sebanyak 72 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 40 mm, serta durasi mencapai hampir tiga menit.
Selain itu, terjadi juga 65 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, yang mengindikasikan proses pergerakan fluida di bawah permukaan.
Data pemantauan ini memperkuat dugaan bahwa suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung, suatu kondisi yang berpotensi memicu terjadinya awanpanas guguran di area berbahaya.
Peringatan dan Zona Bahaya yang Ditetapkan
Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.
Potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awanpanas (APG) yang mengancam sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak maksimal 7 km, serta Sungai Boyong hingga 5 km.
Sementara itu, pada sektor tenggara, bahaya mengintai Sungai Gendol hingga 5 km dan Sungai Woro hingga 3 km.
Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BPPTKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman lahar dan awanpanas guguran, terutama saat terjadi hujan lebat di kawasan puncak.
Selain itu, masyarakat diminta untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin timbul akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali jika teramati adanya perubahan aktivitas yang signifikan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin