Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Seperti Janji Pilkada, Dana Hibah Rp50 Juta Tiap Padukuhan di Sleman Dipangkas Separuh

Delima Purnamasari • Kamis, 27 November 2025 | 22:29 WIB

Bupati Sleman Harda Kiswaya
Bupati Sleman Harda Kiswaya
SLEMAN - Salah satu janji Bupati dan Wakil Sleman saat kampanye adalah memberikan kucuran dana Rp50 juta untuk setiap padukuhan.

Totalnya mencapai 1.212 sasaran. Hanya saja, nyatanya janji ini tidak benar-benar bisa dipenuhi.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, janji itu hanya bisa disalurkan separuhnya saja pada 2026 mendatang.

Setiap padukuhan hanya akan mendapat Rp25 juta imbas dari pemangkasan transfer ke daerah. Apabila tidak ada pemotongan, dia yakin bahwa janji ini bisa dipenuhi seutuhnya.

"Kalau pada saat saya sampaikan ke masyarakat itu enggak ada pemotongan seperti ini. Duitnya nggak ada dan harus paham itu," terangnya ditemui di Gedung DPRD Sleman, Kamis (27/11).

Saat ini dia juga tengah fokus untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Termasuk mencermati potensi-potensi yang sekiranya selama ini mengalami kebocoran agar ada optimalisasi.

"Misal, untuk pajak BPHTB awal ini saya target Rp400 miliar karena menurut saya sesuai datanya bisa terpenuhi," katanya.

Dalam pemanfaatannya, Pria asal Godean ini mengaku masih menyusun aturannya. Agar nanti dana ini bisa terhubung dengan berbagai program yang lain dan tidak menjadi anggaran yang sia-sia.

Hal ini mengingat jika ditotal seluruhnya, anggaran yang perlu dialokasikan Pemkab Sleman jumlahnya juga besar.

Disinggung apakah pada 2027 dana hibah ini akan kembali disalurkan, Harda belum bisa memastikan.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Dukuh Sleman Cokro Pamungkas, Sukiman Hadiwijoyo menjelaskan, sudah menerima informasi mengenai pengurangan ini.

Dia mengaku dana hibah ini merupakan usulan paguyuban dukuh ke Bupati Sleman.

"Padukuhan perlu mendapat perhatian lewat alokasi anggaran untuk pembangunan di luar program yang sudah ada," katanya.

Dana ini dia sebut program ini akan sangat membantu padukuhan. Bisa digunakan untuk pembangunan atau perbaikan infrastruktur fisik yang pengusulannya lewat musyawarah di tingkat padukuhan.

“Selama ini memang persoalan biaya menjadi kendala kami. Kalau ada dana, kami bisa langsung melakukan perbaikan dan lainnya,” katanya.

Padukuhan juga tidak akan bergantung sepenuhnya pada dana itu. Masyarakat disebut tetap didorong untuk gotong- royong ikut memberi bantuan. Dana itu menjadi semacam stimulus saja. (del)

Editor : Bahana.
#Sleman #Pilkada #Harda Kiswaya