Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Bau, Petugas Pemilah Berharap Pengambilan Sampah Pasar Godean Bisa Dilakukan Lebih Rutin

Delima Purnamasari • Rabu, 26 November 2025 | 03:45 WIB
Kondisi tempat pembuangan sampah di Pasar Godean Selasa (25/11).
Kondisi tempat pembuangan sampah di Pasar Godean Selasa (25/11).

SLEMAN - Pasar Godean menampung 1.609 pedagang. Banyaknya pedagang ini juga berpotensi menghasilkan sampah dengan jumlah berlimpah. Sayangnya, belum ada proses pengolahan terpadu yang langsung dilakukan.

Petugas Pemilah Sampah Pasar Godean Eko Tri Sampurno menjelaskan, sampah yang dihasilkan dari pasar akan diambilkan oleh petugas untuk dimasukan dalam tempat pembuangan sementara ini. Selanjutnya, dia bersama kawan-kawannya betugas untuk memilah antara sampah basah dan sampah kering. Proses pemilahan ini dilakukan dalam dua sif, yakni pagi dari pukul 07.30 hingga 14.30 dan malam dari pukul 22.00 hingga 07.00.

 Baca Juga: Jangan Berbohong di Depan Mereka! 5 Zodiak dengan Intuisi Tajam

"Ini karena pasar juga hampir 24 jam beroperasi. Jam 00.00 itu pedagang sudah ada yang datang," terangnya ditemui di tempat pembuangan sementara Pasar Godean Selasa (25/11).

Eko bercerita, mayoritas sampah berupa sampah basah atau organik, yakni yang berasal dari sayur dan buah. Dalam sehari dia memperkirakan sampah yang dihasilkan sekitar delapan kubik. Setiap hari jumlah tersebut harus selesai dipilah karena pada hari selanjutnya akan terus bertambah.

 Baca Juga: Kemensetneg Buka Program Magang untuk Siswa SMK dan Mahasiswa, Periode Januari–Maret 2026

Selama proses ini dia menyebut memang belum ada proses lanjutan. Para petugas pemilah hanya memasukan sampah basah ke dalam trash bag untuk meminimalkan bau. Sembari menunggu pengangkutan yang dilakukan sebulan sekali hingga dua kali. Sepengetahuannya selama ini sampah disetorkan ke TPA Piyungan.

"Kami terus minimalkan agar tidak bau karena yang basah itu lama-lama cair dan membusuk," katanya.

 Baca Juga: Gencarkan Sosialisasi, Cegah Peredaran Rokok Ilegal di Kulon Progo

Untuk itu dia berharap bahwa ada tempat pengolahan atau penampungan sampah sendiri agar pengambilan bisa dilakukan lebih rutin. Dengan demikian, sampah tidak akan overload dan petugas tidak perlu khawatir akan bau yang menyebar. Termasuk meringankan beban petugas setiap kali mengangkuti sampah ke mobil.

"Setelah diangkuti mobil itu selalu kami semprot pakai air bersih agar sisa-sisa bau sampahnya di sini hilang," katanya.

 Baca Juga: Gadis di Bawah Umur Asal Bergas Dicabuli Oleh Trainer Gym, Pelaku Berhasil Ditangkap di Ambarawa.

Sementara itu, salah satu pedagang buah Tati mengaku, sampah yang dia buang jumlahnya belum pasti. Kalau memang ada yang busuk baru dibuang. Dia mengaku jarang menghasilkan sampah plastik.

 

"Kalau dari tempat saya, enggak pernah bau tempat sampahnya. Paling kalau baru dibersihkan dan lewat sekitarnya saja," katanya.

Tati mengaku belum dikenakan biaya retribusi apapun, termasuk soal sampah. Sepengetahuannya baru akan dikenakan pada tahun depan. Hanya saja untuk jumlahnya dia belum tahu pasti. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pasar godean #petugas #TPA Piyungan #Sampah #pedagang #trash bag #pemilah sampah