SLEMAN - Ketahanan pangan menjadi salah satu visi utama pemerintah pusat. Untuk mendukung rencana tersebut Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman telah membangun saluran irigasi sepanjang 8 kilometer pada tahun 2025. Total anggarannya mencapai Rp 12 miliar lewat APBD.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman Arif Hariyanto menjelaskan, saluran irigasi yang dibangun berasal dari saluran tanah yang diubah menjadi berkontruksi. Dapat pula perbaikan saluran irigasi yang rusak menjadi baik kembali.
"Tentu harapan kami bisa membantu petani dan meningkatkan hasil produksi pertanian," terangnya ditemui di ruangannya Selasa (11/11).
Saluran irigasi yang dibangun sendiri menyebar di berbagai wilayah. Arif menyebut tidak ada kendala khusus dalam proses pembangunannya. Hanya sempat terdampak hujan yang mulai turun sehingga saat cuaca cerah dilakukan penambahan tenaga kerja agar pembangunan bisa dipercepat. Selain itu, untuk pengerjaan bagian lantai ditambahkan cairan adiktif agar cepat kering.
"Kalau pun petani membutuhkan air, nanti di pinggir saluran yang dibangun diberi paralon sementara. Sembari menunggu pekerjaan konstruksi selesai," tambahnya.
Disinggung soal rencana pembangunan irigasi pada 2026, Arif mengatakan akan ada sedikit perbedaan. Nantinya proyek akan diprioritaskan pada wilayah lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan lahan sawah dilindungi (LSD). Agar nantinya bisa langsung berdampak pada hasil pertanian.
DPUPKP Sleman juga akan mengajukan bantuan dari pemerintah pusat menggunakan dana APBN. Usulan ini akan diajukan lewat Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI).
"Jadi itu bisa menolong irigasi yang kurang karena anggaran pasti lebih besar. Syaratnya ada DED, kami menyiapkan itu" tambah Arif.
Dia juga berpesan agar petani turut merawat saluran irigasi yang telah dibangun. Salah satunya dengan membersihkan sedimen yang dapat menyumbat saluran. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita