Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jasa Marga Sebut Pembangunan Gedung Baru SDN Nglarang yang Terdampak Tol Jogja-Solo Terhambat Izin Lahan

Delima Purnamasari • Selasa, 11 November 2025 | 03:07 WIB

 

 

Photo
Photo

SLEMAN - Wali murid SDN Nglarang melakukan protes terhadap rencana pembangunan shelter untuk bangunan sekolah yang terdampak Tol Jogja-Solo. Mereka ingin diberikan bangunan yang baru lebih dulu, baru kegiatan belajar-mengajar bisa pindah.

Staf Ahli Direksi PT Jasa Marga Jogja Solo (JMJ) Bidang Pengadaan Tanah, Muhammad Amin menjelaskan, tidak ada niat sama sekali untuk melambatkan proses pembangunan.

Hanya saja lokasi yang akan dibangun belum mengantongi izin karena masuk dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Sementara untuk anggaran maupun kontraktor yang akan membangun sekolah baru, sebenarnya sudah siap.

"Kalau dilanjutkan pembangunan, tapi lahan belum ada legalnya, sanksinya penjara," jelasnya dalam audiensi yang digelar di Kantor Kalurahan Tlogoadi, Senin (10/12).

Dari pemerintah pusat juga ada perubahan kebijakan yang memprioritaskan ketahanan pangan. Sehingga, pergantian status lahan sawah memang sulit.

Di sisi lain, ketika bangunan sekolah yang terdampak berada di lahan sultanaat grund maka gantinya juga diharapkan bisa didirikan di lahan sultanat grond. Padahal, pengerjaan bangunan tol ditargetkan selesai Juli 2026.

 Disinggung soal rencana pembangunan shelter, Amin menilai itu adalah jalan tengah. Lantaran kalau pun dibangun sekarang, setidaknya membutuhkan waktu enam bulan.

Jadi para siswa memang harus direlokasi segera. Shelter ini juga tidak menggunakan tenda, tetapi joglo yang berada di depan sekolah dan dimodifikasi.

"Kalau sesuai gambar memang semua bangunan sekolah kena. Hanya saja bisa diakali supaya yang kena sebagian," tambahnya.

Disinggung soal keluhan wali murid yang anaknya sakit karena terdampak debu pembangunan, Amin enggan memberi jawaban. Dia menegaskan dirinya bukan bagian humas.

 Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto yang turut hadir dalam audiensi menyebut, akan turut mendorong dan membantu agar izin bisa segera turun. Baik itu dari gubernur DIJ maupun kementerian ATR/BPN.  "Baru nanti Jasa Marga bisa bertindak. Doakan semoga bisa cepat," katanya. (del/laz) 

 

Editor : Herpri Kartun
#Terdampak tol #pembangunan tol #tol jogja-solo #SDN Nglarang #shelter