Musda digelar bersama pengurus DPP PAN melalui Zoom meeting.
Dalam kesempatan tersebut DPP PAN secara resmi menetapkan tim formatur kepengurusan DPD PAN Kabupaten Sleman sebagai langkah awal penyusunan struktur kepengurusan periode 2025-2030.
Raden Inoki Azmi Purnomo yang sebelumnya menjabat sekretaris, terpilih menjadi ketua formatur bersama empat orang lainnya.Yakni Respati Agus Sasangka sebagai sekretaris, serta Raudi Akmal, Abdul Kadir dan, Triyana anggota.
Inoki menegaskan, proses penyusunan kepengurusan nantinya akan mencerminkan semangat dan amanat rakyat yang menjadi roh perjuangan PAN sejak awal berdirinya.
"PAN selalu menempatkan nilai-nilai keterbukaan dan musyawarah dalam setiap proses politiknya. Tim formatur ini memiliki peran strategis untuk memastikan PAN di menjadi kekuatan politik yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar sosok yang kini duduk di kursi parlemen Provinsi DIJ itu.
Menurutnya, tim formatur akan segera mengadakan rapat perdana dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti penyusunan struktur pengurus DPD PAN.
Politikus asal Kapanewon Pakem itu berharap, hasil kerja tim ini dapat memperkuat konsolidasi internal partai menjelang agenda pemerintah dan politik ke depan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Dapat Laporan Dugaan Permainan Bank dalam Penyaluran KUR: Saya akan investigasi
"Tim formatur mendapat mandat untuk menyusun dan menetapkan susunan pengurus DPD PAN Sleman dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai dengan AD/ART Partai,” jelas Inoki.
Sementara itu, Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa penetapan ini menandai babak baru dalam konsolidasi organisasi PAN di tingkat daerah.
Konsolidasi juga harus melibatkan semua kalangan tanpa terkecuali. Dia berharap, tim formatur dapat bekerja dengan semangat kolektif, merangkul seluruh elemen kader, dan membentuk kepengurusan yang solid. Serta mau bergerak maju bersama rakyat. “Itu yang penting,” tegasnya.
Zulhas, sapaan akrabnya, juga menekankan pentingnya bagi seluruh kader PAN untuk mensukseskan program-program pro rakyat yang telah dijalankan pemerintah. Hal itu sesuai dengan tagline "bantu rakyat" yang sejalan dengan visi misi presiden.
"Menjadi orang politik harus mau bekerja untuk dan dengan rakyat. Harus selalu meningkatkan skill dan kemampuan untuk berkomunikasi dan membantu rakyat," ungkap Zulhas.(yog)
Editor : Bahana.