Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terjadi Sembilan Kali Guguran Awan Panas, Kondisi Gunung Merapi Dipastikan Tetap Mandali

Delima Purnamasari • Senin, 3 November 2025 | 20:07 WIB

 

Awan panas guguran Gunung Merapi pukul 17.46 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang, Senin 21 Oktober 2024.  (BPPTKG)
Awan panas guguran Gunung Merapi pukul 17.46 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang, Senin 21 Oktober 2024. (BPPTKG)

SLEMAN - Gunung Merapi tercatat mengeluarkan sembilan kali awan panas pada Minggu (2/11) lalu. Guguran mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2500 meter.

Termati pula 19 guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2000 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menyebut, seluruh tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) terus siaga. Mereka juga selalu siap memberikan informasi terbaru terkait aktivas Gunung Merapi.

"Masker sudah tersedia di masing-masing padukuhan yang ada di lereng Merapi dan juga di pos-pos pantau," terangnya melalui pesan singkat, Senin (3/11).

Bambang menegaskan stok masker di gudang logistik tersedia sejumlah 12.000 buah. Tim SAR juga selalu siaga apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Menurutnya, kondisi ini hanya berdampak hujan abu di beberapa lokasi, yakni Teras Merapi, Bunker Kaliadem, dan area Kalikuning Park.

"Kami lakukan pemantauan wilayah dan koordinasi pihak terkait. Saat ini kondisi Merapi sudah kembali melandai dengan tingkat aktivitas Siaga level 3. Tetap patuhi rekomendasi," pesannya.

Sementara itu, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso menyampaikan, peningkatan aktivitas sudah biasa terjadi sepanjang fase erupsi 2021. Hal terpenting adalah jarak luncur dan intensitasnya masih aman.

"Faktor yang dapat memicu di antaranya peningkatan suplai magma dan faktor kestabilan kubah lava," katanya.

Agus menambahkan, curah hujan yang tinggi juga dapat mengganggu kestabilan kubah lava. Dia menilai kejadian guguran ini dipengaruhi dari gabungan dari dua faktor tersebut. (del)

Data detail sembilan awan guguran awan panas Gunung Merapi Minggu (2/11):
- Pukul 11:04 WIB,estimasi jarak luncur 2500 m dengan Amplitudo max 59 mm durasi 279,5 detik.
- Pukul 11:11 WIB, estimasi jarak luncur 2000 m dengan amplitudo maksimal 50 mm dan durasi 236,4 detik

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, PM 2,5 Tembus 52 Mikrogram per Meter Kubik
- pukul 14:27 WIB mengarah ke Barat Daya, jarak luncur 2.000 m dengan Amplitudo max 27 mm durasi 197 detik
- Pukul 15:00 WIB, estimasi jarak luncur 1.500 m ke arah Barat Daya dengan amplitudo maks 12,48 mm durasi 142,66 detik
- Pukul 16:08 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah Barat Daya dengan amplitudo maks 34.7 mm durasi 168.62 detik
- Pukul 17:21 WIB, estimasi jarak luncur 1.500 m ke arah Barat Daya dengan amplitudo maks 47,98 mm durasi 150,68 detik
- Pukul 20:46 WIB, estimasi jarak luncur 1.200 m ke arah Barat Daya dengan amplitudo maks 68 mm durasi 111 detik
- Pukul 00:31 WIB,estimasi jarak luncur 1500 m dengan Amplitudo maxksimal 73 mm dan durasi 146 detik
- Pukul 00:37 WIB, estimasi jarak luncur 1200 m dengan amplitudo maksimal 68 mm dan durasi 106 detik

Editor : Bahana.
#Guguran Awan Panas Merapi #guguran awan panas