Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Hujan Jalan Rusak dan Berlubang di Sleman Dikeluhkan, Ini Solusi Anggota Komisi C DPRD Sleman

Heru Pratomo • Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:48 WIB
Musim Hujan Jalan Rusak dan Berlubang di Sleman Dikeluhkan, Ini Solusi Anggota Komisi C DPRD Sleman
Musim Hujan Jalan Rusak dan Berlubang di Sleman Dikeluhkan, Ini Solusi Anggota Komisi C DPRD Sleman

SLEMAN – Memasuki musim hujan, Sebagian warga di kabupaten Sleman mengeluhkan jalan-jalan rusak dan berlubang.

 

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Sleman, Chisya Ayu Puspitaweni dalam acara Talkshow bertajuk Wedangan Sembada, di sebuah rumah makan di Sleman, Senin (27/10/2025) malam.

 

“Berdasarkan hasil reses dan kunjungan kerja rutin Komisi C, kami menemukan bahwa keluhan masyarakat terkait kondisi jalan daerah di Sleman, baik jalan kabupaten maupun jalan desa, di musim hujan ini jalan rusak dan berlubang,” ungkapnya.

Anggota DPRD Sleman termuda ini menjelaskan, keluhan masyaarakat dapat dikelompokkan menjadi tiga hal utama, yaitu kerusakan jalan minor yang meluas.

 

“Bukan hanya lubang besar, tetapi yang paling banyak dikeluhkan adalah retakan, pengelupasan (terutama di area hotmix), dan drainase yang buruk yang menyebabkan genangan. Ini terjadi merata, terutama di perbatasan antar kapanewon,” ujar Ayu, Sapaan Akrabnya.

 

Menurutnya asyarakat juga mengkritisi perbaikan jalan yang belum merata, di area perkotaan atau pusat ekonomi cenderung cepat diperbaiki, sementara jalan di wilayah pinggiran atau pedalaman sering terabaikan, padahal ini jalur vital distribusi hasil pertanian.

“Masyarakat mengeluhkan durasi respon yang cenderung lambat. Sebuah lubang kecil yang muncul hari ini bisa menjadi lubang besar yang membahayakan berminggu-minggu kemudian. Jadi memang soal jalan ini juga berkaitan dengan drainase. Aspal itu akan kalah dengan air. Jadi memang perbaikan jalan bukan hanya menambal saja, tapi juga perlu diperhatiakan faktor lainnya,” ucap politisi Gen Z dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

 

Selain faktor alam, kerusakan jalan juga disebabkan oleh kendaraan berat yang melintas melebihi kapasitas jalan.

 

“Peningkatan Kelas Jalan adalah solusi utama yang kami usulkan. Jalan yang sering dilalui kendaraan berat harus dinaikkan kelasnya. Idealnya, jalan tersebut harus ditingkatkan strukturnya menjadi rigid pavement (beton). Kami sudah menggelar rapat dengan DPU PKP (Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman), agar nantinya ada jalur khusus untuk kendaraan dengan tonase tinggi ini,” imbuh wakil rakyat dari Dapil 4 Sleman (Depok dan Berbah) ini.

Sebagai solusi mengatasi persoalan Jalan, Ayu mendorong dari sisi regulasi, agar Perda Nomor 13 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan Jalan Daerah segera diperbaharui.

 

“Perda ini belum sepenuhnya adaptif terhadap peningkatan volume kendaraan dan perubahan tata ruang yang sangat pesat di Sleman, contoh munculnya rest area dan kawasan wisata baru yang mengubah fungsi jalan desa,”terangnya.

 

Ia juga meminta perangkat daerah terkaiat agar tidak sekadar berpedoman pada pemeliharaan rutin, tetapi kurang tanggap pada pemeliharaan berkala atau peningkatan. Akibatnya, penanganan kerusakan sering bersifat tambal sulam, bukan perbaikan struktural.

“Untuk diketahui bersama bahwa Program Sleman Dalane Alus lan Padang yang digagas oleh Bupati Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Danang Maharsa dianggarkan sebesar Rp150 Miliar. Anggaran tersebut disepakati baik oleh pihak eksekutif maupun kami di legislatif,”

 

“Pada 2026, Pemkab Sleman bersama DPRD Kabupaten Sleman sepakat akan menambah anggaran untuk perbaikan jalan. Anggaran bakal naik dari Rp50 miliar menjadi Rp150 miliar. Harapannya nanti ini bisa lebih optimal dalam menyelesaikan problem jalan,” pungkasnya.

 

Selain Ayu, hadir dua narasumberlain dalam Talkshow bertema "Evaluasi Peraturan Daerah Tentang Penyelenggaraan Jalan Daerah" ini.

Keduanya adalah Anggota Komisi C DPRD Sleman, Bondan Triyana dari Fraksi PAN dan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Hendra Adi Riyanto.

 

Dalam kesempatan yang sama, Bodan mengungkapkan, DPRD Sleman telah melakukan langkah -langkah konkret untuk mengatasi persoalan jalan rusak. Namun demikian ia juga meminta masyarakat agar turut bersama menjaga dan merawat jalan maupun infrastruktur yang dibangun pemerintah.

 

“Jadi kami berharap masyarakat juga jangan hanya mengandalkan pemerintah, kami sudah berupaya, namun masyarakat juga harus bersama -sama merawat jalan maupun infrastruktur lainnya,” harap Bondan.

Sementara Hendra menekankan Pemkab Sleman melalui DPU PKP tengah merancang pembaharuan Perda tentang penyelenggaraan jalan daerah.

 

Selain itu, untuk mewujudkan program Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wakil Bupati, Danang Maharsa, yaitu ‘Dalane alus lan Padang’

 

Pemkab sleman juga mulai melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan-jalan di Kabupaten sleman.

 

“Kapanewon diminta mendata jalan-jalan desa yang rusak. Sudah ada 51 Jalan Desa yang ditingkatkan statusnya menjadi jalan Kabupaten,” tuturnya. 

Editor : Heru Pratomo
#Sleman #jalan rusak #Chisya Ayu Puspitaweni #Anggota Komisi C DPRD #Gen Z