SLEMAN - Pedagang Pasar Godean berencana boyongan dari pasar relokasi pada Rabu (29/10) mendatang. Namun kondisi fisik bangunan yang diresmikan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo pada 28 Agustus 2024 belum benar-benar siap. Pedagang diimbau kembali menempati pasar tersebut jika semua infrastruktur sudah memenuhi syarat dan layak huni.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman bersama Wakil Ketua II Hasto Karyantoro SIP melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Godean, Rabu (22/10). Kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat adanya kios-kios tergenang air setelah diguyur hujan.
Inspeksi menyeluruh dari lantai satu hingga tiga. Termasuk mengecek kios yang ternyata masih ada sisa-sisa air meski sudah dibersihkan. Selain itu, dilakukan pengecekan fasilitas lain seperti gledek dan selang air.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Surana mengungkapkan, kondisi Pasar Godean secara umum sudah baik. Termasuk area parkirnya. Namun beberapa plafon dan talang air rusak. Sehingga saat hujan deras air masuk dan menggenangi area kios.
Politikus Partai NasDem itu minta pemerintah daerah membenahi sarana yang rusak sebelum pedagang boyongan masuk pasar sesuai rencana. "Perlu revitalisasi dan evaluasi kurangnya apa saja. Pastikan bangunan layak digunakan sebelum dihuni pedagang," ujarnya.
Surana mengatakan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran hingga Rp 2 miliar untuk revitalisasi Pasar Godean. Melalui APBD Perubahan 2025.
Menurutnya, perbaikan talang-talang bocor sudah menghabiskan anggaran hingga Rp 500 juta. Dia yakin, jumlah ini akan bertambah lagi mengikuti temuan-temuan yang ada di lapangan. "Anggaran itu untuk Pasar Godean dan Pasar Tempel. Tapi di Tempel hanya bikin sumur saja, banyak untuk di sini," jelas tokoh asal Wedomartani, Ngemplak.
Sementara itu, Hasto Karyantoro berharap, keberadaan Pasar Godean benar-benar bisa menjadi motor ekonomi. Sehingga kesiapan fisik infrastruktur bersifat mutlak. Agar ke depan tak menimbulkan keresahan pedagang dan pembeli sehingga merasa tidak nyaman saat transaksi jual beli. Terlebih, pasar induk ini jadi jujukan wilayah sekitar Kulon Progo dan Magelang bagian selatan. "Ini tentu jadi catatan kami bahwa biaya perawatan tidak murah. Makanya akan kami sampaikan ke eksekutif untuk ditata betul," ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera.
Hasto juga mengimbau pedagang agar boyongan jangan dilakukan sampai seluruh elemen benar-benar merasa nyaman. Lantaran ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Dia merekomendasikan proses perpindahan mundur, bahkan tidak berani memastikan bisa dilakukan pada tahun ini.
Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean Sri Kundari yang turut hadir menyebut, sebenarnya pedagang menginginkan untuk segera pindah. Agar pada periode Natal dan tahun baru mereka sudah siap dan bisa mendapatkan omzet sesuai harapan. Sedangkan terkait kebocoran dan adanya kerusakan fisik bangunan, dia harap bisa diperbaiki sembari jalan. "Sekarang 90 persen gledek sudah selesai. Pedagang juga sudah siap pindah," tambahnya. (del/yog)
Editor : Sevtia Eka Novarita