Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komisi A DPRD Sleman Gencarkan Program Baca Dongeng di Sekolah, Bangun Karakter Diri dengan Budaya Literasi

Yogi Isti Pujiaji • Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:00 WIB

 

PROGRAM KERJA: Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Guntur Yoga Purnawan ST memimpin rapat kerja bidang pemerintahan belum lama ini.
PROGRAM KERJA: Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Guntur Yoga Purnawan ST memimpin rapat kerja bidang pemerintahan belum lama ini.

SLEMAN - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sleman 2024 adalah 85,71. Tergolong sangat tinggi. Bahkan yang tertinggi se-Indonesia untuk level kabupaten. Angka tersebut naik 0,85 poin dibanding 2023. Ternyata, capaian IPM Bumi Sembada tak selaras dengan capaian angka literasinya. Dalam hal kegemaran membaca skor rata-rata 2,57. Cukup baik. Namun, dari segi jumlah buku yang dibaca masih tergolong rendah dengan skor 2,4.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathur Rahman SPdI mengaku prihatin dengan angka literasi yang masih di bawah Provinsi DIY dan Kota Jogja. Bahkan tak sebanding dengan capaian IPM.

Perkembangan teknologi ditengarai menjadi pemicu hal tersebut. Menurut Yani, saat ini masyarakat, khususnya generasi muda, malas membaca. Mereka lebih suka menonton tayangan audio visual di media sosal (medsos). "Hal itu memang tak bisa dipungkiri. Makanya budaya literai harus ditingkatkan lagi," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut Selasa (21/10).

Yani menegaskan, buku adalah jendela dunia. Buku bukan hanya akan membuka wawasan dan pengetahuan. Tapi memperkaya khasanah dunia yang luas.

Lebih dari itu, menurut Yani, banyak membaca akan berdampak pada pola pikir seseorang, karakter, serta perilaku seseorang menuju ke arah yang lebih baik.  "Itulah kekuatan literasi bagi peningkatan diri seseorang," tandasnya.

Dengan sering membaca buku, lanjut Yani, seseorang juga akan lebih mendalam dalam menganalisa segala sesuatu. Semakin banyak buku yang dibaca kian banyak pengetahuan yang bisa dipahami. "Sehingga kita tidak mudah tertipu dengan berita hoax yang dapat menyesatkan. Kita akan terbiasa menganalisa setiap informasi yang diterima,” ungkap tokoh asal Wukirsari, Cangkringan.

Pendidik dari lereng Merapi itu pun  mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman lebih gencar berkampanye gemar membaca. Misalnya dengan memperbanyak pojok baca di kantor-kantor pemerintahan atau area publik. Bisa juga dengan menambah program perpustakaan keliling.

Yani menilai, keberadaan pojok baca di kantor pemerintahan masih kurang. "Ini perlu  ditambah lagi," pintanya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Tri Mulia Wijayanti SST. Guna meningkatkan literasi membaca, khususnya bagi anak-anak, Lia, sapaan akrabnya, mengimbau sekolah-sekolah menggencarkan lagi program dongeng.

Kader perempuan Partai Gerindra itu optimistis, program dongeng mampu mendongkrak minat baca anak. Selain di sekolah, para orang tua juga perlu membacakan dongeng pada anak-anak mereka saat di rumah. "Dongeng cukup ampuh untuk memotivasi anak gemar membaca," katanya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi yang kian masif perlu disikapi secara bijak. "Perlu inovasi untuk membangkitkan lagi budaya literasi masyarakat," sambung tokoh asal Sumberharjo, Prambanan.

Menurut Lia, pemerintah perlu memperbanyak program literasi yang diselaraskan dengan perkembangan teknologi kekinian. Kegiatan literasi digital harus terus digencarkan. Bedah buku, misalnya. Atau workshop bertema hal-hal yang digemari anak-anak zaman sekarang. “Bahkan bedah buku pelatihan budidaya ternak atau pertanian juga menarik. Sehingga dari membaca bisa menghasilkan karya,” tuturnya. (yog)

 

 

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #dongeng #Provinsi DIY #dinas perpustakaan dan kearsipan #pojok baca #DPRD Kabupaten Sleman #buku #indeks pembangunan manusia (IPM) #media sosial #Kabupaten Sleman #Komisi A