SLEMAN - Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyebut berbagai akun media sosial TikTok beberapa waktu terakhir aktif menggunggah aktivitas wisata di lokasi yang tidak diperkenankan. Salah satunya adalah Bukit Kukusan yang bukan berada pada zona pemanfaatan.
Kepala Balai TNGM Muhammad Wahyudi menjelaskan, area tersebut berada pada radius 2 kilometer dari puncak Merapi. Lokasinya juga sangat berbahaya karena topografinya yang curam karena ada jurang di sisi kiri, kanan, dan bagian depan.
Dia menyebut, pada Kamis (16/10) lalu Petugas Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Kemalang dan RPTN Wilayah Cangkringan melakukan patroli di Bukit Kukusan. Didapati empat orang yang melakukan pendakian. Tiga orang asal Kabupaten Sleman, yakni RD, FP, dan S. Lalu satu orang WL asal Klaten.
"Petugas lalu menyampaikan sosialisasi larangan treking di Bukit Kukusan, radius aman beraktivitas, dan lokasi yang boleh dikunjungi oleh wisatawan," sebutnya lewat keterangan tertulis, Jumat (17/10).
Keempat orang tersebut juga menghapus dokumentasi yang sempat diambil. Setelahnya petugas melanjutkan pemasangan papan larangan mendaki.
Wahyudi menegaskan, untuk kegiatan wisata telah disediakan lima objek wisata alam, yakni Jurang Jero di Magelang, Telogo Muncar di Sleman, Plunyon dan Kalikuning Park di Sleman, Kalitalang di Klaten, dan Deles Indah di Klaten. Dia turut mengimbau agar masyarakat menaati rekomendasi BPPTKG terkait batas aman aktivitas dari area Gunung Merapi. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita