Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jauh sebelum Program MBG, Makan untuk Santri Ponpes Assalafiyyah Mlangi Dimasakan Warga Sekitar

Delima Purnamasari • Kamis, 16 Oktober 2025 | 05:25 WIB
Delima Purnamasari/Radar Jogja Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi
Delima Purnamasari/Radar Jogja Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi


Jauh sebelum ada program makan bergizi gratis (MBG) lembaga pondok pesantren sudah memiliki program serupa. Salah satun yang sudah jadi penerima adalah Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi yang berlokasi di Nogotirto, Kapanewon Gamping.

Santri di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi keluar masuk area ponpes pada Rabu (15/10) siang. Ponpes memiliki beragam lembaga pendidikan formal. Mulai dari PAUD, MTs, MA, hingga SMK. Dengan total siswa sekitar 1.200 orang, semuanya sudah jadi penerima manfaat program MBG.

Tapi jauh sebelum ada MBG, ponpes sudah memiliki program sarapan hingga makan malam. Hal itu yang kini masih dilayani saat ada program MBG.  Staf Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi Muhammad Yazid menyebut, pondok awalnya menyediakan dua jenis pilihan, yakni makan dua kali dan tiga kali.

Umumnya paket dua kali dipilih untuk siswa yang khawatir bosan dengan menu pondok sehingga umumnya akan jajan di luar. “Namun, karena ada MBG jadi berubah hanya ada dua kali saja, yakni pagi dan sore,” ungkapnya ditemui di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Rabu (15/10).
.
Dia menjelaskan, untuk makan pagi dan sore hari, masih dilakukan melalui katering dari pondok. Yang dimasak oleh karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar. Untuk makan dari pondok ini, dia menyebut telah disediakan daftar menu.

Dalam sebulan ada kelompok menu yang digilir secara berkala. Umumnya juga akan dilakukan sampling pada perwakilan asrama putra maupun putri dari berbagai tingkatkan pendidikan untuk memberikan masukan."Walaupun memang tidak bisa semua memenuhi request karena terkait biaya yang tetap dibebankan masing-masing wali santri," tuturnya.

Standar umum makanan yang disediakan pondok adalah nasi, sayur, dan lauk. Empat kali seminggu ada lauk khusus, seperti telur, lele, atau ayam. Sementara untuk buah diberikan satu minggu sekali. "Kami aktif memastikan kualitas makanan dengan koordinasi dengan puskesmas. Edukasi dilakukan berkala pada santri dan yang memasak," tambahnya.


Menurutnya, prosedur tersebut turut memastikan makanan yang disediakan sesuai standar. Serta bisa menghindarkan dari kejadian keracunan yang tidak diinginkan.Sedang untuk penyaluran MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini telah dilakukan mulai September lalu.

Untuk jenjang PAUD biasanya diberikan pada pagi hari. Sementara untuk jenjang yang lain disalurkan siang hari sebelum pukul 12.00."Tentu kami sangat berbahagia sekali karena bisa menerima manfaat makan siang di sekolah sebelum nanti kembali ke asrama masing-masing," terangnya.


Dengan adanya fasilitas ini iuran para santri otomatis jadi dipotong sehingga biaya yang harus dibayarkan lebih murah.  "Untuk menu MBG tentu disesuaikan dengan ahli gizi dari badan gizi nasional. Sampai sekarang belum pernah terjadi keracunan, semoga saja tidak pernah," katanya.

Disinggung soal ompreng yang sempat dikabarkan mengandung minyak babi, Yazid menyebut tidak mengkhawatirkan hal ini lantaran mereka menggunakan wadah yang telah sesuai referensi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ompreng ini telah dipastikan merupakan buatan dari dalam negeri. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#Pondok Pesantren Assalafiyah #Mlangi #Mbg #Nogotirto #Sleman #warga sekitar #lele #buah #Muhammad Yazid #pondok #Gamping #SPPG #telur