ibanding candi besar lainnya seperti Prambanan, nilai sejarahnya tak kalah penting.
Setelah dilakukan penggalian lebih lanjut, batu tersebut ternyata merupakan bagian dari sebuah candi Hindu yang terkubur sedalam sekitar lima meter dari permukaan tanah.
Temuan itu segera menarik perhatian Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3).
Setelah dilakukan penelitian, situs tersebut resmi dinamai Candi Kimpulan, sesuai dengan nama desa tempat ditemukannya, yakni Desa Kimpulan, Sleman.
Para ahli arkeologi menyebut, berdasarkan gaya arsitektur, ukiran, serta arca yang ditemukan, Candi Kimpulan termasuk candi Hindu Siwaistik yang dibangun sekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno.
Meskipun berukuran kecil d
Candi ini menjadi bukti bahwa wilayah Sleman juga pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan dan budaya Hindu di masa lampau.
Kini, situs bersejarah itu dibiarkan tetap berada di tempat aslinya, tepat di bawah perpustakaan modern UII.
Perpaduan antara bangunan masa kini dan peninggalan kuno ini menghadirkan pemandangan unik simbol harmoni antara peradaban masa lalu dan dunia pendidikan modern.
Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh