Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Bersama Disdikpora, Anggota DPRD DIY Pastikan Bantuan Dapat Tepat Sasaran
Delima Purnamasari• Jumat, 26 September 2025 | 02:10 WIB
Kegiatan sosialisasi beasiswa pendidikan.
SLEMAN - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menggelar kegiatan sosialisasi beasiswa pendidikan menengah di SMA Islam 1 Sleman, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman.
Kegiatan yang dilakukan pada Kamis (25/9/2025) ini menyasar peserta dari para wali murid.
Anggota DPRD DIY Rahayu Widi Nuryani yang hadir dalam kegiatan ini menilai, masyarakat kebanyakan baru tahu mengenai beasiswa dari pemerintah pusat, seperti Program Indonesia Pintar.
Sementara bantuan dari daerah banyak yang belum mengenal. Baik itu dari Pemda DIY maupun pemerintah kabupaten.
"Jadi hari ini luar biasa karena akan tahu beasiswa yang disediakan apa saja," terangnya saat memberikan arahan.
Rahayu menegaskan, jangan sampai mereka yang tidak memiliki biaya tidak bersekolah di Kota Pendidikan ini. Lantaran setiap anak berhak memiliki mimpi untuk melanjutkan pendidikan.
Program beasiswa ini adalah jaminan bagi keluarga tidak mampu. Agar terjadi peningkatan partisipasi pendidikan menengah dan angka putus sekolah bisa ditekan.
"Apalagi kalau anak punya kemampuan itu harus didorong," pesannya.
Anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyebut, sosialisasi ini juga sebagai media agar bantuan beasiswa tidak salah sasaran. Hanya bagi yang benar-benar tidak mampu.
Berdasarkan pengalamannya, dia pernah menemukan seorang siswa SMA di Kapanewon Seyegan yang tidak bisa ikut ujian karena kurang membayar biaya administrasi.
Saat akan dibantu ternyata keluarga mengaku sebenarnya bisa membayar. Namun, berharap bisa mendapat bantuan dari pemerintah.
"Kalau tidak mampu monggo bisa minta bantuan. Jangan sampai yang butuh malah tidak tahu informasi," katanya.
Rahayu menegaskan, mampu atau tidak mampu dalam hal ekonomi, anak tetap memiliki hak yang sama dalam bidang pendidikan. Termasuk apabila nanti akan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Para wali murid bisa mengakses bantuan dari pemerintah, seperti program Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah bekerja sama dengan beberapa universitas untuk kuliah secara gratis.
"Ketika orang tua tidak bisa mewujudkan, pemerintah yang wujudkan," katanya.
Sementara itu, Staf Seksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Bidang Sekolah Menengah Dinas Dikpora DIY Alex Haryoko menuturkan, ada berbagai persyaratan umum untuk mengakses bantuan ini.
Mulai dari penduduk DIY, bersekolah di SMA/SMK DIY, dan termasuk dalam masyarakat tidak mampu.
"Ini bisa dilihat lewat Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN," katanya. (del)