SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya kembali melakukan rotasi pejabat. Totalnya mencapai 83 orang. Terdiri dari pejabat administrator, pengawas, dan kepala puskesmas.
Dia menyebut, rotasi ini dalam rangka penataan. Termasuk pegawai yang belum lama dilantik, juga turut kembali dirotasi. Hal ini lantaran dia mendapat masukan bahwa pegawai terkait tidak bisa menyesuaikan pekerjaan barunya.
Baca Juga: Christiano Langsung Bersimpuh Minta Maaf saat Bertemu Ibu Argo di Persidangan
"Pelantikan bagi saya hal yang biasa saja," lontarnya ditemui di Pendopo Parasamya usai melantik pegawai yang dirotasi Selasa (23/9).
Dia menegaskan, semuanya menggunakan merit sistem. Sehingga karier, pribadi, hingga kemampuan pegawai akan terekam. Mantan Sekda Sleman ini juga menyebut, akan terus melakukan rotasi. Hal ini lantaran pegawai akan dievaluasi setiap tiga bulan.
Baginya, hal ini merupakan langkah yang efisien. Sebab jika pegawai yang tidak pas dibiarkan, justru berdampak buruk bagi pelayanan masyarakat.
"Kalau enggak bisa melayani, mosok nunggu setahun, kasihan masyarakat. Aneh-aneh sama anak buah, juga saya pindah," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman Wildan Solichin menjelaskan, rotasi dilakukan dengan pemetaan jabatan yang kosong dan proses evaluasi. Pengisiannya mempertimbangkan kelayakan pegawai dilihat dari latar pendidikan hingga domisilinya.
"Rotasi ini penyegaran termasuk yang sudah lama untuk berganti jabatan," katanya.
Disinggung soal pegawai yang baru dirotasi lagi dan saat ini kembali dirotasi, Wildan menyebut ini memang dimungkinkan. Lantaran mempertimbangkan produktivitas pegawai terkait agar nantinya bisa meningkat.
"Kalau jumlah pegawai yang dirotasi dan dirotasi lagi enggak hapal saya," tambahnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita