SLEMAN - Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah kembali digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Kali ini dengan sasaran masyarakat di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.
Dalam acara itu, Anggota DPRD DIY Rita Nurmastuti menilai sosialisasi itu penting. Alasannya, dia kerap menerima laporan masyarakat yang kesulitan biaya untuk melanjutkan pendidikan menengah hingga ijazah siswa yang belajar di SMA/SMK tertahan. Belum dapat diambil. Gara-gara belum menyelesaikan biaya pendidikan.
“Baik itu dari sekolah negeri maupun swasta,” ujar Rita di Pendapa Krido Manunggal Jalan Kaliurang Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (22/9).
Beasiswa pendidikan menengah yang ditawarkan ada tiga jenis. Pertama, beasiswa kartu cerdas bagi siswa tidak mampu yang menempuh pendidikan SMA/SMK di DIY. Nilainya untuk siswa SMA Rp 7,8 miliar dan SMK Rp 15 miliar.
Kedua, beasiswa retrieval bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK. Alokasinya untuk SMA Rp 300 juta dan SMK Rp 375 juta. Ketiga, beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan bagi mereka yang ijazahnya ditahan. Nilai anggaranya untuk SMA Rp 800 juta dan SMK Rp 1,6 miliar. Semua anggaran beasiswa itu bersumber dari dana keistimewaan.
"Jadi saya ngaturi (mempersilakan, Red) informasi ini boleh disampaikan ke yang lainnya agar sama-sama dapat materi tentang beasiswa ini," ucap Rita mengawali acara.
Wakil rakyat yang pernah menjadi kepala SMA negeri di Jakarta itu menambahkan, sosialisasi beasiswa pendidikan menengah dilakukan pada 15 titik berbeda. Kali ini sasarannya ada 50 orang peserta. Terdiri dari kepala dukuh, orang tua siswa, dan masyarakat.
"Kalau ada masalah, ijazahnya ditahan itu boleh disampaikan juga secara personal," tambahnya.
Anggota dewan dari Dapil Sleman utara itu tak membatasi peserta sosialisasi menyampaikan segala unek-unek-nya. Termasuk jik ada masalah yang berhubungan dengan jenjang SD maupun SMP yang kewenangannya ada di tingkat kabupaten/kota. Meski tidak bermitra langsung, Rita menegaskan memiliki jaringan. :”Kami akan membantu mencarikan solusi. "Kami ditugaskan partai harus membantu masyarakat, termasuk SD rusak perlu diberi bantuan silakan komunikasi. Boleh perantaranya saya," ucap Rita.
Dia juga mengakomodasi keluhan peserta yang mengkhawatirkan akan biaya ke jenjang perguruan tinggi. Rita berjanji bakal menghubungkan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman yang sudah memiliki kerja sama program beasiswa kuliah dengan beberapa perguruan tinggi. "Kami harus mengupayakan solusi yang menjadi kesulitan masyarakat," tegasnya.
Staf Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Widayatun menjelaskan, sosialisasi dalam rangka meningkatkan partisipasi pendidikan. Utamanya bagi keluarga miskin yang didasarkan pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTESEN). Bila masyarakat menemukan kesalahan data di DTESEN, diminta segera melakukan verifikasi di dinas sosial.
"Usulan tahun ini sudah ada keputusannya. Sosialisasi ini untuk yang tahun depan," katanya.
Widayatun juga menyoroti penahanan ijazah. Dia menegaskan bantuan mengatasi soal tersebut bisa diakses siswa SMA/SMK negeri maupun swasta. Ada bantuan beasiswa maksimal Rp 4 juta. "Berapa pun kekurangannya, sekolah nanti diminta membuat surat keterangan menyerahkan ijazah," tegasnya. (del)