Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dirjen Kemendagri Nilai Kondisi Jogjakarta Kondusif usai Demo, Apresiasi Pemasangan Spanduk Jaga Kondusivitas

Delima Purnamasari • Jumat, 12 September 2025 | 02:20 WIB
KUNKER: Kunjungan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud ke Pemkab Sleman Kamis (11/9).
KUNKER: Kunjungan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud ke Pemkab Sleman Kamis (11/9).

SLEMAN - Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Restuardy Daud berkunjung ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman Kamis (11/9). Kegiatan ini dalam rangka melihat kondisi usai maraknya aksi demonstrasi di DIY. 

Dia menilai, secara umum Jogjakarta sudah sangat kondusif. Hal ini berdasarkan pantauannya setelah berkeliling di beberapa wilayah. Dia melihat tingkat hunian hotel baik, ekonomi jalan, bahkan saat mampir ke rumah makan juga dipenuhi wisatawan. 

 Baca Juga: Emak-Enak di Muntilan Demo Menolak Penambangan Ilegal, Tuntut Perdes Perlindungan Alam hingga Penegakan Hukum

"Apalagi ada spanduk-spanduk yang dipasang warga secara spontan. Berarti masyarakat ikut menjaga wilayahnya," katanya saat ditemui usai pertemuan. 

Dia mengatakan, sesuai dengan arahan presiden, kunjungan ini juga dilakukan untuk mendorong untuk pembentukan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Agar dapat diaktifkan kembali atau diperkuat pelaksanaannya. 

 Baca Juga: Menjadi Wisata Favorit, Ini Dia Keindahan Lawang Sewu Yang Terletak di Jawa Tengah!

Siskamling disebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat langsung dalam menjaga kondusivitas lingkungan. Di Bumi Sembada yang sudah ada, dikatakan dapat ditingkatkan dan dilembagakan. 

"Pemerintah kabupaten bisa melakukan pembinaan. Jadi, partisipasi masyarakat dan gotong royong bisa efektif dilaksanakan," pesannya. 

 Baca Juga: Rekam Jejak Rahayu Saraswati: Dari Dunia Seni hingga Mundur dari DPR Gegara Ucapan di Podcast

Restuardy menyebut, penyampaian aspirasi sangat mungkin dilakukan dan akan diberikan ruang. Namun, harus dilakukan secara tepat agar kegiatan ekonomi hingga pendidikan bisa tetap berjalan. 

Disinggung soal aksi demonstrasi di Jogjakarta yang juga menimbulkan korban jiwa, dia menyebut penanganannya sudah diserahkan pada aparat penegak hukum. Untuk itu hasilnya masih perlu ditunggu. "Saya kira juga sudah dilakukan berbagai pendekatan," tambahnya. 

 Baca Juga: Siapa Sulthon Kamil? Vokalis Band Lokal Harum Manis yang Viral di X Kasus Child Grooming

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, tidak ada arahan untuk memasang spanduk jaga kondusivitas. Baginya, itu justru bentuk kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitarnya. "Mungkin mereka merasa terdampak juga aktivitasnya," katanya. 

 

Sementara soal pembentukan siskamling, dia menegaskan sudah ada di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman. Umumnya warga akan berjaga pada malam hari. "Kondisi masyarakat Sleman itu masih guyub rukun. Tradisi ini tentu harus dilanjutkan karena masih dibutuhkan," katanya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#wilayah #Pemerintah Kabupaten (Pemkab) #Danang Maharsa #Restuardy Daud #Sleman #kondisi #kondusif #sistem keamanan lingkungan #Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Restuardy Daud #DIY #hunian hotel #kondusivitas #Dirjen Kemendagri #Aksi demonstrasi #siskamling #Wakil Bupati Sleman #Ekonomi