Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dalam Setengah Tahun Produksi Bawang Merah di Kabupaten Sleman Capai 648 Kuintal

Delima Purnamasari • Kamis, 11 September 2025 | 04:30 WIB

Petani sedang memanen bawang merah
Petani sedang memanen bawang merah
 

SLEMAN - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman terus menggenjot berbagai sektor pertanian. Salah satunya adalah bawang merah. 

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Kabupaten Sleman Eko Sugianto Ngadirin menjelaskan, luas panen bawang merah di Bumi Sembada pada semester satu mencapai 7,87 hektare. Paling luas berada di Kapanewon Cangkringan dengan 2,1 hektare dan disusul Kapanewon Godean sejumlah 1,75 hektare. 

 Baca Juga: Pemkab Bantul Wajibkan ASN Pasang Biopori di Rumah Masing-Masing, Tenggat Waktu sampai 26 September 2025

"Dari jumlah tersebut menghasilkan 648 kuintal bawang merah segar," katanya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (10/9). 

Rata-rata produktivitas di Bumi Sembada mencapai 82,38 kuintal untuk setiap hektarenya. Dari 15 ton panen basah dengan daun bisa menghasilkan sembilan ton bawang merah kering. 

"Tantangan dalam penumbuhan bawang merah adalah ketergantungan bibit yang berasal dari umbi mahal," tambahnya. 

 Baca Juga: Maju Dua Peringkat, Prestasi Anggar Kabupaten Sleman di Porda XVII DIY 2025 Meningkat Pesat

Hal itu dipilih petani lantaran panen yang cukup membutuhkan waktu 60 hari saja setelah tanam. Lalu hasilnya bisa mencapai 8 hingga 12 umbi dalam satu rumpun bawang merah. 

"Solusi masalah ini adalah penumbuhan budidaya bibit melalui biji yang akan didemplotkan," katanya. 

 Baca Juga: Bikin Geger Dunia Maya! Yudo Sadewa, Putra Menkeu Baru Purbaya Viral Usai Nyinyir dan Sindir Sri Mulyani Agen CIA hingga Video Ciri Orang Miskin

Sementara itu, salah satu petani asal Kapanewon Berbah Mugiyo menjelaskan, kendala utama penanaman bawang merah adalah pada saat musim hujan. Air hujan yang mengandung asam disebut bisa membuat daun menjadi busuk. 

"Kualitas tanaman turun. Kalau kemarau itu baik," sebutnya. (del) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Bibit #DP3 Kabupaten Sleman #DP3 #Bumi Sembada #Kabupaten Sleman #panen alpukat #Sektor Pertanian #Petani #produktivitas #Kapanewon Berbah #Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan #bawang merah