SLEMAN - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman terus menggenjot berbagai sektor pertanian. Salah satunya adalah bawang merah.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Kabupaten Sleman Eko Sugianto Ngadirin menjelaskan, luas panen bawang merah di Bumi Sembada pada semester satu mencapai 7,87 hektare. Paling luas berada di Kapanewon Cangkringan dengan 2,1 hektare dan disusul Kapanewon Godean sejumlah 1,75 hektare.
"Dari jumlah tersebut menghasilkan 648 kuintal bawang merah segar," katanya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (10/9).
Rata-rata produktivitas di Bumi Sembada mencapai 82,38 kuintal untuk setiap hektarenya. Dari 15 ton panen basah dengan daun bisa menghasilkan sembilan ton bawang merah kering.
"Tantangan dalam penumbuhan bawang merah adalah ketergantungan bibit yang berasal dari umbi mahal," tambahnya.
Baca Juga: Maju Dua Peringkat, Prestasi Anggar Kabupaten Sleman di Porda XVII DIY 2025 Meningkat Pesat
Hal itu dipilih petani lantaran panen yang cukup membutuhkan waktu 60 hari saja setelah tanam. Lalu hasilnya bisa mencapai 8 hingga 12 umbi dalam satu rumpun bawang merah.
"Solusi masalah ini adalah penumbuhan budidaya bibit melalui biji yang akan didemplotkan," katanya.
Sementara itu, salah satu petani asal Kapanewon Berbah Mugiyo menjelaskan, kendala utama penanaman bawang merah adalah pada saat musim hujan. Air hujan yang mengandung asam disebut bisa membuat daun menjadi busuk.
"Kualitas tanaman turun. Kalau kemarau itu baik," sebutnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita