SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus menggiatkan program beasiswa Sleman Pintar. Ini jadi bagian untuk mewujudkan satu keluarga miskin satu sarjana.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, telah mengundang 43 perguruan tinggi di Jogjakarta untuk ikut serta dalam program ini. Pada 2026, dia telah menyiapkan anggaran dari APBD senilai Rp 20 miliar.
"Harapannya tentu ada kolaborasi jadi dari kampus juga memberi pengurangan. CSR nanti akan kami libatkan," katanya.
Dia menyebut, upaya ini adalah pengembangan dari program yang sudah ada. Sebelumnya, program Sleman Pintar hanya bisa diakses di lima universitas. Mulai dari UTY, Amikom, Polbangtan, UNISA, hingga PTDI-STTD. Sementara saat ini, pilihan yang ada semakin banyak.
Baca Juga: Berikut Jadwal dan Link Streaming Laga Persahabatan FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Chinese Taipei
"Jurusannya bebas. Makane yang kedokteran itu bagaimana (masih dibahas, Red) karena paling mahal," ucapnya.
Saat ini, Harda menyebut tengah dilakukan pembahasan lebih mendetail terkait kerja sama ini. Agar nantinya pada 2026 bisa berjalan lancar.
"Ada batas masa studi untuk kami membiayai agar ada tanggung jawab moral bagi mahasiswa yang sekolah," terangnya.
Baca Juga: Perbaikan Jembatan Linggan Pantai Trisik Telan Anggaran Rp 15 Miliar, Dijadwalkan Oktober Nanti
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman Sarastomo Ari Saptoto menjelaskan, pada 2025 anggaran program ini sebesar Rp 8,6 miliar. Untuk membiayai sekitar 800 mahasiswa dari jenjang S1, D3, maupun D4.
"Kriterianya harus masuk keluarga miskin atau rentan miskin atau keluarga penerima manfaat PKH," katanya.
Syarat lain adalah lolos seleksi dari universitas. Terutama apabila pendaftarnya melebihi kuota. Sementara untuk perguruan tinggi negeri, calon mahasiswa harus mengikuti proses seleksi yang ada baru bisa mengakses bantuan ini. "Kami membiayai sampai delapan semester maksimal," ungkapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita