SLEMAN - Forum Ojol Yogyakarta Bersatu (FOYB) menggelar diskusi bersama di Rumah Makan Mertamu, Ngentak, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, kemarin (4/9). Diskusi ini bertema Kembali ke Marwah Perjuangan.
Ketua Umum FOYB Rie Ramawati menjelaskan, sebenarnya mereka berencana untuk melakukan aksi di DPRD DIY. Ini jadi bagian dari aksi bersama nasional seluruh Indonesia.
"Tapi karena situasi masih tidak kondusif, saya mengusulkan untuk buat diskusi bareng aja," terang perempuan yang akrab disapa Wuri ini saat ditemui di lokasi.
Diskusi ini berfokus untuk mengembalikan marwah perjuangan para ojol pada empat tuntutan. Mulai dari kenaikan tarif roda dua untuk penumpang, adanya regulasi makanan dan barang, undang-undang transportasi online, dan kenaikan tarif bersih untuk roda empat.
"Jadi agar tidak merambah ke mana-mana karena selama ini ojol jadi kambing hitam," katanya.
Kematian rekan ojol Affan Kurniawan dia sebut jadi celah pihak tidak bertanggung jawab menunggangi ojol. Utamanya untuk membuat kerusuhan di Indonesia.
"Kami memilih aksi damai dengan jalan diskusi. Kami minta seluruh ojol jangan terprovokasi untuk membuat kerusuhan atau kerusakan," pesannya.
Wuri menambahkan, Kegiatan ini juga dibatasi hanya untuk 50 orang anggota perwakilan lima platform di DIY. Hal ini untuk mengantisipasi adanya orang tidak dikenal.
Nantinya hasil diskusi akan dijadikan satu dari berbagai daerah lain yang turut mengadakan aksi dengan beragam bentuk. Untuk nantinya dibuatkan satu buku dan diserahkan ke istana negara.
Diskusi diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap. FOYB menegaskan akan menjaga marwah dan nama baik profesi ojol dan mengedepankan persatuan maupun soliditas. Lalu, mendukung aspirasi damai, bermartabat, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, hingga bergandeng tangan dengan Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI).
"Tunjukkan ojol juga punya adab baik. Sama-sama menjaga Indonesia tenang dan damai," pesannya. (del/zam)
Editor : Herpri Kartun