JOGJA - Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Utara DIY menyampaikan aspirasi mereka, menuntut pemerintah dan kepolisian agar lebih responsif terhadap kebutuhan dan hak-hak rakyat.
Mereka mendesak agar evaluasi terhadap kinerja kepolisian segera dilakukan.
Mereka juga meminta agar Presiden lebih mengutamakan rasa kemanusiaan dari pada kekuasaan dalam kepemimpinannya.
Ketua Dewan Pembina Mahasiswa dan Pelajar Sumatra Utara DIY Dewanto P Siregar mengatakan, menyikapi kondisi saat ini, banyaknya warga yang turun ke jalan untuk menggelar aksi, maka pemerintah harus bisa memenuhi tuntutan mereka.
Mereka meminta aspirasi masyarakat di dengar. Antara lain:
1. Segera disahkannya UU Perampasan Aset Koruptor.
2. Menjalankan pemerintahannya lebih adil kepada masyarakat.
"Warga berharap perubahan signifikan dalam sistem kepolisian dan pemerintahan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera," katanya, Sabtu (30/8/2025).
3. Presiden Prabowo Subianto mendengarkan hati rakyat, merespon aspirasi masyarakat terkait DPR RI yang harusnya lebih berempati atas kondisi masyarakat kecil.
4. Mendengarkan aspirasi rakyat, bukan menyakiti hati rakyat.
5. Presiden mengevaluasi kepolisian demi mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
"Kemanusiaan harus lebih tinggi daripada kekuasaan. Pemimpin harus kembali ke akar rumput, mendengar suara hati rakyat kecil," jelasnya.
Dewanto mengapresiasi atas kedatangan Sri Sultan HB X untuk meninjau Mapolda DIY dan dan menemui massa aksi di Mapolda DIY.
Dalam kunjungannya itu, HB X sempat berdialog kepada peserta aksi massa.
Dengan tegas, HB X bersedia memfasilitasi dan meneruskan aspirasi masyarakat Jogja kepada Pemerintah Pusat.
HB X pun juga menghargai aksi unjukrasa namun dia berpesan agar tetap menekankan keselamatan dan keamanan segenap masyarakat.
Karena itu, Dewanto juga menghimbau agar para Mahasiswa Asal Sumatera Utara, yang ikut berunjukrasa bisa ikut menjaga dan mengikuti himbauan dari ngarso ndalem Sri Sultan HB X.
"Kami saat ini nderek himbauan dari Ngarso Dalem HB X," cetusnya.
Selain itu, Dewanto juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang ojek onlie (Ojol) saat bekerja ditengah aksi unjukrasa di Jakarta.
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik disisiNya dan akan selalu dikenang dalam sejarah demokrasi tanah air," ujarnya. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva