SLEMAN - Pembangunan tidak selalu identik dengan infrastruktur. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak kalah penting. Terutama bagi kalangan muda.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Wahyudi Kurniawan SIP justru mendorong pemerintah daerah menguatkan program pendidikan karakter dan ideologi. Khususnya terkait moralitas. Agar gejala degradasi moral yang terjadi pada anak muda saat ini tidak berujung pada kenakalan dan tindak kriminalitas.
Pendidikan karekter dan ideologi, kata Wahyudi, bisa melalui banyak cara. Dalam hal itu, politikus PDI Perjuangan tersebut mendorong lewat olahraga. Khususnya sepak bola dan futsal. "Ide ini sudah lama. Tapi belum terlaksana," ungkap pria yang juga menjabat ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Sleman itu Kamis (28/8).
Wahyudi berencana menggandeng pihak kepolisian untuk menghelat kegiatan tersebut. Tokoh asal Lumbungrejo, Tempel, itu juga mendorong seluruh sekolah di Kabupaten Sleman mewadahi hobi para siswanya. Dengan semangat sportivitas dan fairplay dalam menerima hasil kompetisi.
Dari situlah, sepak bola akan menjadi wadah bagi kalangan muda untuk mencurahkan energi dan meraih prestasi.
Wahyudi optimistis, semangat gotong royong dan keadilan juga bisa terwujud lewat jalur olahraga. Terlebih sepak bola. Menurutnya, sepak bola bisa menjadi refleksi atas perilaku para atletnya. "Karena semua disiplin ilmu bisa diterapkan dalam sepak bola," katanya.
Lebih jauh, berkaitan dengan infrastruktur, Wahyudi mendorong pembangunan sport center di tiap kapanewon. Sementara sport center yang sudah ada harus dimaksimalkan lagi fungsinya.
Lebih dari itu, Wahyudi punya mimpi besar mewujudkan sport tourism. Dalam cabang olahraga apa saja. Dia optimistis, sport tourism bakal menjadi sumber baru pendapatan asli daerah.
"Olahraga bisa disinergikan dengan bidang apa saja," ujar bapak dua anak itu.
Kompetisi sepak bola di lereng Merapi, misalnya. Bisa dikolaborasikan dengan kegiatan seni budaya setempat. Sehingga wisatawan bisa berolahraga sekaligus berwisata.
Wahyudi menegaskan, olahraga, khususnya sepak bola bisa menjadi mesin ekonomi bagi daerah. Dan melibatkan semua lapisan masyarakat.
Dari setiap event atau kompetisi sepak bola, roda ekonomi akan berputar. Warga sekitar lapangan bisa membuka lapak kuliner. Parkir kendaraan penonton pun bisa dikelola dengan baik. Sehingga akan memberikan keuntungan bagi masyarakat. (yog)