Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bupati Sleman Harda Kiswaya Usul Penyedia MBG di Mlati yang Sebabkan Keracunan Diberikan Sanksi

Delima Purnamasari • Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:44 WIB

 

Bupati Sleman Harda Kiswaya
Bupati Sleman Harda Kiswaya

SLEMAN - Keracunan yang diduga karena makan bergizi gratis (MBG) menyebabkan 379 orang keracunan pada empat sekolah di Kapanewon Mlati.

Mulai dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMPN 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, atas kejadian ini turut menyampaikan permohonan maaf. Dia sebut perlu dilakukan evaluasi berkaitan dengan program ini.

Kolaborasi antara pemerintah kabupaten dengan Badan Gizi Nasional (BGN) juga harus ditingkatkan.

"Mohon maaf atas kejadian yang sudah ada. Saya selaku yang dituakan di Sleman sudah berkoordinasi agar tidak terulang," terangnya saat ditemui di Pendopo Parasamya, Selasa (26/8).

Harda turut menyoroti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG ini.

Perlu dilakukan peninjauan pengawasan pengelolaan dan kandungan gizinya.

Sehingga makanan yang dihasilkan benar-benar higienis dan sesuai regulasi

"Penyedia itu tentu harus dikasih punishment kalau saya. Kenapa bisa terjadi seperti ini? Harus tegas," katanya.

Mantan Sekda Sleman ini menyebut tidak perlu ragu memberikan sanksi. Terlepas apabila pemilik SPPG adalah pejabat atau bukan. Hal ini lantaran menyangkut anak-anak yang menjadi generasi ke depan.

"Harus tegas. Tidak usah ewuh pekewuh. Apalagi kalau sudah beberapa kali itu mesti dicopot izinnya. Berarti tidak mampu," tambahnya.

Walau demikian, Harda menyebut pemberian izin ini bukan dari pemerintah kabupaten. Untuk itu terkait sanksi ini hanya bisa diusulkan saja.

"Mudah-mudahan hanya kejadian itu saja dan ke depan tidak lebih parah," tambahnya.

Dalam kesempatan ini Harda juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan keterangan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto.

Saat wawancara dengan media, Susmiarto mengusulkan agar guru mencicipi MBG sebelum dibagikan pada siswa.

Hal ini sebagai strategi untuk mencegah keracunan secara berulang. Pernyataan tersebut sempat ramai dibahas pada berbagai kanal media sosial.

"Atas kekeliruan Pak Sekda saya juga menyampaikan permohonan maaf," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto turut menyampaikan maaf atas kekeliruannya. Dia menjelaskan, guru dapat ikut mengecek kelayakan MBG berdasarkan bentuk, warna, atau aroma.

"Jika menemukan MBG kurang layak, sekolah segera komunikasikan dengan penyedia,” imbuhnya. (del)

Editor : Bahana.
#Mbg #Sleman #keracunan #Bupati Sleman Harda Kiswaya