Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Korban Sempat Divisum untuk Kesiapan Perlindungan, Penganiayaan terhadap Residen oleh Keluarga Pasien di RSUP Dr Sardjito Jogja Berakhir Damai

Delima Purnamasari • Selasa, 26 Agustus 2025 | 01:40 WIB
MINTA MAAF DAN BERDAMAI: Jumpa pers yang digelar di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
MINTA MAAF DAN BERDAMAI: Jumpa pers yang digelar di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

SLEMAN - Penganiayaan yang dialami residen di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta tengah ramai dibicarakan di media sosial. Awal mula kasus ini mencuat berawal dari unggahan akun Instagram @drg.mirza.


Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menjelaskan, pihaknya tidak menoleransi perilaku kekerasan maupun bullying dalam bentuk apa pun. Baik dari keluarga pasien maupun internal tenaga medis sendiri. 


Dia menjelaskan, peristiwa berawal dari RSUP Dr Sardjito yang menerima pasien dalam kondisi kritis. Diterima pada instalasi gawat darurat pada Jumat (22/8). Namun usai melalui prosedur medis, esok pada dini hari Sabtu (23/8) pasien tidak tertolong dan meninggal dunia. 


"Pasien sudah sempat henti jantung di rumah rakit di Magelang. Indikasinya ada perdarahan di sistem pencernaan," jelasnya dalam jumpa pers yang digelar di RSUP Dr Sardjito, kemarin (25/8). 


Atas kondisi itu, salah seorang keluarga korban merasa tidak terima. Lalu melakukan kekerasan verbal dan fisik pada seorang residen yang bertugas. "Keluarga pasien itu meminta upaya medis lanjutan agar ada harapan hidup lagi," katanya. 


Peristiwa ini tidak menyebabkan residen itu terluka. Pemukulan yang dilakukan juga sempat ditangkis. Hanya saja membekas pada lengan tangan. Usai peristiwa ini, residen tersebut juga telah melakukan visum.


"Visum ini persiapan kami dalam bentuk perlindungan. Jadi agar cukup bukti kalau mau mengambil langkah hukum," katanya. 


Banu turut menegaskan, penanganan yang dilakukan pada pasien sudah sesuai prosedur layanan medis. Prosesnya juga dilakukan supervisi senior. 


Dia menyebut, memang ada rencana untuk membawa peristiwa ini dalam ranah pidana. Namun setelah dilakukan upaya mediasi, kedua belah pihak akhirnya memutuskan untuk berdamai. Keluarga pasien juga telah membuat surat pengakuan permohonan maaf. 


Dalam jumpa pers di Ruang Bulat ini, Banu turut meluruskan mengenai berbagai informasi yang beredar di media sosial. Salah satunya adalah keluarga pasien yang saat menumpahkan emosinya mengaku sebagai keluarga dari direktur utama RSUP Dr Sardjito. "Hanya kenal dari satu institusi. Bukan keluarga Ibu Dirut," tegasnya. 


Banu juga menegaskan, yang melakukan penganiayaan ini bukan keluarga pasien yang merupakan tenaga medis. Pasien sendiri merupakan ibu dengan enam anak. Salah satunya memang seorang dokter.  "Tapi yang melakukan kekerasan kakaknya. Bukan nakes itu," katanya. (del/laz)

Editor : Herpri Kartun
#medis #instagram #Yogyakarta #Jumpa Pers #bullying #residen #rumah sakit #dr Sardjito